DI YOGYAKARTA — Xhaka baru saja memastikan langkahnya bersama La Nati ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan 2-0 atas Aljazair pada Jumat (3/7) pagi WIB membuat Swiss lolos sebagai runner-up grup.
Ketika ditanya soal minat The Blues yang serius padanya, pemain berusia 33 tahun itu memilih bicara singkat. Ia menolak berkomentar lebih jauh soal masa depannya.
"Itu bukan tugas saya (mengomentari perkembangan transfernya). Saya punya manajemen untuk itu. Saya ingin berkonsentrasi penuh di Piala Dunia," ujarnya kepada talkSport.
Nama Xhaka masuk dalam daftar belanja pelatih anyar Chelsea, Xabi Alonso. Keduanya punya sejarah manis saat sama-sama meraih trofi Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman bersama Bayer Leverkusen.
Namun, langkah awal Chelsea untuk mengontrak sang gelandang belum mulus. Klub London Biru itu sudah melayangkan tawaran pertama ke Sunderland—klub pemilik hak ekonomi Xhaka—sebesar 8 juta paun pada akhir pekan lalu. Sayang, The Black Cats langsung menolak mentah-mentah angka tersebut.
Xabi Alonso memang mengincar pemain yang sudah ia kenal karakternya untuk memperkuat lini tengahnya. Xhaka dinilai sebagai pemimpin lapangan yang bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan.
Dengan sikap Xhaka yang memilih 'bungkam' hingga turnamen internasional usai, Chelsea harus bersabar. Negosiasi diperkirakan baru akan memanas setelah Piala Dunia 2026 rampung digelar.
Keputusan Xhaka untuk tidak membiarkan rumor transfer mengganggu fokusnya di Piala Dunia menunjukkan profesionalismenya. Kini, La Nati tinggal menunggu lawan di babak 16 besar. (rin)