DI YOGYAKARTA — TechCrunch Disrupt 2026 bukan sekadar konferensi teknologi biasa. Untuk edisi tahun ini, penyelenggara menghadirkan Builders Stage sebagai salah satu dari enam panggung industri yang fokus pada tantangan nyata membangun perusahaan rintisan.
Bedanya dengan panggung lain? Builders Stage tidak membahas teori abstrak. Setiap sesi dirancang untuk memberikan strategi praktis yang bisa langsung diterapkan, ditambah sesi tanya jawab langsung dengan pembicara.
Beberapa nama besar sudah dikonfirmasi hadir, termasuk Grant Lee (CEO Gamma), Leah Solivan (Partner Precedent.vc), dan Robby Stein (VP Product Google). Mereka akan membahas topik-topik yang jarang disentuh konferensi mainstream: dari cara bertahan ketika OpenAI tiba-tiba meluncurkan produk yang sama dengan milikmu, hingga strategi M&A yang sekarang relevan bahkan untuk startup tahap awal.
Sesi "How to Win When You’re Not Building AI" misalnya, menghadirkan Shan Shan (Baillie Gifford) dan Yuri Sagalov (General Catalyst) yang akan membahas bagaimana startup non-AI tetap bisa menang di tengah hiruk-pikuk hype kecerdasan buatan. Fokusnya: efisiensi pertumbuhan, retensi pengguna, dan eksekusi yang disiplin.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah "What Happens When OpenAI Ships Your Roadmap". Michel Tricot (Airbyte), Rob Toews (Radical Ventures), dan Linda Tong (Webflow) akan membahas pertanyaan yang menghantui hampir semua founder AI: bagaimana jika raksasa seperti OpenAI atau Anthropic meluncurkan fitur yang persis sama dengan produkmu?
Diskusi ini akan mengeksplorasi di mana letak "defensibilitas" sebenarnya dan langkah apa yang bisa diambil founder saat menghadapi kompetisi dari perusahaan AI yang berkembang pesat.
Builders Stage juga menyoroti pergeseran strategi pendanaan. Di sesi "M&A Is Now an Early-Stage Strategy", Karl Alomar (M13), Aklil Ibssa (Coinbase), dan Lindsey Mignano akan memaparkan bahwa founder paling cerdas saat ini tidak hanya membangun perusahaan untuk IPO, tetapi juga memikirkan kemungkinan akuisisi sejak hari pertama.
Topik lain yang tidak kalah menarik adalah "Winning Pre-Seed Without a Product". Puneet Agarwal (True Ventures), Austin Clements (Slauson and Co), dan Sandhya Venkatachalam (Axiom Partners) akan membagikan cara membangun kredibilitas sebelum pendapatan ada, sehingga investor bersedia mengeluarkan cek pertama.
Robby Stein dari Google akan memandu sesi tentang bagaimana keputusan produk harus berubah drastis ketika skala pengguna mencapai miliaran. Insting yang berhasil saat membangun MVP (minimum viable product) justru bisa menghancurkan produk di skala global.
Sementara itu, Josh Reeves (Gusto) akan membahas realitas baru perekrutan di era AI. Dengan agen AI yang mulai mengambil alih peran engineering, support, dan operasional, definisi "tim awal" di startup sedang ditulis ulang. Sesi ini akan mengeksplorasi bagaimana membangun tim hybrid tanpa kehilangan kecepatan, akuntabilitas, dan budaya perusahaan.
TechCrunch Disrupt 2026 akan digelar di Moscone Center, San Francisco, pada 13-15 Oktober 2026. Pendaftaran awal masih dibuka dengan diskon hingga $330 (sekitar Rp5,4 juta) sebelum harga tiket naik. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran bisa diakses melalui situs resmi TechCrunch Disrupt.
Agenda Builders Stage masih akan bertambah dengan lebih banyak pembicara dan sesi yang akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan. Untuk founder yang serius ingin membawa startupnya ke level berikutnya, panggung ini layak masuk daftar prioritas.