YOGYAKARTA — Jogja tidak pernah kehabisan agenda seni. Sepanjang Juli 2026 ini, setidaknya ada empat pameran yang masih berlangsung dan bisa dikunjungi. Mulai dari festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia hingga pameran kolektif yang menampilkan karya-karya seniman muda.
Keempat pameran tersebut tersebar di beberapa galeri dan ruang publik di Yogyakarta. Masing-masing menawarkan pengalaman visual dan narasi yang berbeda, dari isu lingkungan hingga kritik sosial. Berikut daftarnya:
Festival ini menjadi agenda utama yang sudah ditunggu para kolektor dan kurator. Lokasinya di kawasan pusat kota, tepatnya di Jalan Suroto, dengan jam buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Tiket masuk dibanderol mulai Rp 25.000 untuk umum.
Karya-karya yang dipamerkan mengusung tema “Ekologi Digital”, menyoroti hubungan antara teknologi dan alam. Beberapa instalasi interaktif bahkan bisa disentuh langsung oleh pengunjung.
Bagi yang ingin suasana lebih intim, pameran kolektif di galeri Kota Gede bisa jadi pilihan. Berlangsung di sebuah rumah joglo tua yang disulap jadi ruang pamer, acara ini gratis dan buka setiap akhir pekan. Para seniman muda yang terlibat kebanyakan lulusan ISI Yogyakarta dan ASRI.
Karya yang ditampilkan didominasi seni grafis dan instalasi dari bahan daur ulang. Pengelola galeri menyebut bahwa tema tahun ini sengaja mengangkat soal krisis sampah plastik di perkotaan.
Sebagian besar pameran buka hingga akhir Juli 2026. Pengunjung disarankan datang pagi hari untuk menghindari keramaian, terutama di akhir pekan. Beberapa galeri juga menyediakan tur kuratorial gratis setiap Sabtu sore.
Bagi wisatawan dari luar kota, kawasan sekitar galeri di pusat Jogja mudah dijangkau dengan transportasi umum atau sepeda onthel sewaan. Pastikan mengecek akun media sosial masing-masing galeri untuk informasi jadwal terbaru.