BANTUL — Gelombang wisatawan yang berlibur ke Pantai Parangtritis dalam beberapa pekan terakhir harus diwarnai insiden sengatan ubur-ubur. Satuan tugas Linmas Jogo Segoro yang membentang dari kawasan Parangtritis hingga Depok mencatat total korban mencapai ratusan orang sejak Rabu (17/6) hingga Rabu (1/7).
Data dari Satpol PP Bantul yang mengelola posko pengamanan menunjukkan lonjakan signifikan terjadi pada Minggu (28/6). Pada hari itu, jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur dilaporkan paling banyak dibandingkan hari-hari lain dalam rentang waktu dua pekan tersebut.
Belum ada rincian pasti mengenai jumlah korban per hari, namun petugas di lapangan menyebutkan bahwa hampir setiap hari ada laporan wisatawan yang terkena sengatan. Sebagian besar korban mengalami gatal-gatal dan ruam merah pada kulit.
Fenomena munculnya ubur-ubur dalam jumlah banyak di perairan Pantai Parangtritis kerap terjadi pada musim tertentu. Arus laut dan angin muson diduga membawa biota laut ini ke area yang kerap dijadikan tempat bermain wisatawan.
Petugas Linmas Jogo Segoro telah memasang tanda peringatan di beberapa titik rawan. Mereka juga mengimbau pengunjung untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah dan segera melapor jika tersengat.
Posko kesehatan di sekitar Pantai Parangtritis telah menyiapkan pertolongan pertama bagi wisatawan yang tersengat. Tim medis memberikan obat oles dan antihistamin untuk meredakan reaksi alergi ringan.
"Kami imbau wisatawan tetap tenang dan segera mencari petugas jika terkena sengatan. Jangan menggaruk bagian yang gatal karena bisa menyebabkan iritasi lebih parah," ujar salah satu anggota Satgas Linmas di lokasi.
Pihak Satpol PP Bantul mengingatkan para pengunjung untuk lebih waspada saat beraktivitas di pinggir pantai. Memperhatikan arus dan keberadaan biota laut menjadi langkah antisipasi utama.
Wisatawan disarankan untuk menggunakan alas kaki saat berada di bibir pantai dan tidak menyentuh ubur-ubur yang terdampar di pasir, meskipun tampak mati. Sengatan tetap bisa terjadi melalui tentakel yang masih aktif.