GUNUNGKIDUL — Sumur bor itu diresmikan pada Kamis (25/6) sebagai bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyebut bantuan ini menyasar wilayah perbukitan yang selama ini minim infrastruktur air.
"Khususnya di wilayah yang memiliki karakter geografis perbukitan dan membutuhkan dukungan infrastruktur air," kata Ihsan di Yogyakarta, Jumat.
Ihsan berharap sumur bor itu menjadi solusi jangka panjang, terutama saat menghadapi musim kemarau yang menurut prakiraan BMKG berlangsung lebih lama dari biasanya pada tahun ini. Ia mengingatkan agar fasilitas dirawat bersama oleh warga.
"Semoga fasilitas ini dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut daerahnya masuk kategori rawan kekeringan tinggi. Karena itu, mitigasi tak bisa dilakukan secara instan.
Langkah yang diperlukan mencakup pemanfaatan sumber air secara efektif, pembangunan sarana konservasi, dan konsistensi menjaga lingkungan. "Kami juga memberikan peringatan keras terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat saat musim kemarau," kata dia.
Menurut Endah, pemenuhan air bersih kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah melalui kerja sama lintas sektor dengan para pemangku kepentingan.
Dusun Baturturu berada di kawasan perbukitan Karst Gunungkidul yang dikenal sulit menyimpan air permukaan. Sebelum sumur bor ini beroperasi, warga biasa mengandalkan air kiriman dari tangki atau membeli dari pengecer saat kemarau tiba.
Bantuan dari Polda DIY ini menjadi salah satu bentuk intervensi konkret di titik yang selama ini luput dari perhatian program infrastruktur air bersih skala besar.