DI YOGYAKARTA — Wuling Motors menghadirkan Cortez Darion EV sebagai jawaban atas kebutuhan MPV ramah lingkungan di Indonesia. Mobil listrik murni ini tidak sekadar mengganti mesin bensin dengan motor listrik, tetapi juga menyematkan penyegaran desain yang membuatnya tampil lebih modern. Saya berkesempatan menguji langsung mobil ini di Jakarta, mulai dari menembus kemacetan hingga menghitung efisiensi biaya operasional harian.
Dari segi dimensi, Cortez Darion EV mempertahankan DNA sebagai MPV keluarga. Panjang bodi mencapai 4.780 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.751 mm. Angka ini menjamin kenyamanan penumpang di tiga baris kursi.
Wuling mengklaim postur ini tidak hanya memberikan kesan gagah, tetapi juga menjamin ruang kabin yang akomodatif. Konfigurasi captain seat di baris kedua membuat mobil ini terasa seperti kendaraan premium.
Begitu pintu terbuka, interior Cortez Darion EV menyuguhkan nuansa minimalis namun elegan. Wuling menerapkan konsep Dual-Tone Interior yang membuat tampilan kabin lebih dinamis. Perpaduan warna ini memberikan kesan segar tanpa meninggalkan fungsi utama sebagai mobil keluarga.
Pengujian dilakukan secara komprehensif, termasuk mengulik fitur keselamatan aktif Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan ketahanan AC di siang hari. Hasilnya, sistem ADAS bekerja responsif di tengah lalu lintas padat Jakarta.
Ulasan ini juga membedah skema pajak tahunan, simulasi kredit, hingga total biaya perawatan berkala jangka panjang. Pabrikan mengklaim biaya operasional Cortez Darion EV sangat bersahabat dibandingkan MPV konvensional. Data riil dari pengujian menunjukkan efisiensi daya yang kompetitif untuk pemakaian harian.
Wuling menyasar segmen keluarga menengah ke atas dengan mobil ini. Dengan paket lengkap kendaraan ramah lingkungan yang akomodatif, Cortez Darion EV mencoba mendobrak dominasi MPV bensin di kelasnya.