DI YOGYAKARTA — Hasil akhir itu dinilai mengecewakan, mengingat Persita sempat duduk di lima besar pada paruh pertama kompetisi. Performa tim anjlok di dua bulan terakhir musim, membuat target awal yang dicanangkan Carlos Pena gagal tercapai.
Carlos Pena menyoroti dua kendala besar yang menggerogoti performa tim. Pertama, bermain di luar markas utama, Indomilk Arena, menjadi tantangan berat yang menguras energi pemain.
Kedua, cedera pemain di fase krusial mengganggu kedalaman skuad. "Situasi berubah menjadi sulit," ujar Pena, mengakui bahwa hasil ini tidak cukup baik bagi tim maupun pendukung setia Persita.
Fokus utama pelatih asal Spanyol itu saat ini adalah meningkatkan ketepatan rekrutmen pemain baru. Sektor yang paling disorot dalam evaluasi besar-besaran adalah lini depan.
Pena menilai deretan striker yang didatangkan sebelumnya belum memberikan kontribusi maksimal. "Setiap pemain yang datang nantinya harus mampu menaikkan level permainan Persita secara signifikan," tegasnya.
Manajemen dan tim pelatih kini menyusun langkah strategis berdasarkan data kelebihan dan kekurangan tim. Empat poin utama yang akan dibenahi meliputi:
Di tengah catatan merah musim ini, Carlos Pena tetap mempertahankan tradisi mengorbitkan pemain muda. Beberapa pemain akademi Persita menunjukkan perkembangan luar biasa dan berani mengambil tanggung jawab di laga penting.
Pena optimis terhadap masa depan klub. Ia berjanji terus memberikan jam terbang lebih luas kepada para pemain muda agar menjadi tulang punggung tim. "Kombinasi pemain senior berpengalaman dan pemain muda lapar prestasi adalah kunci sukses jangka panjang," ucapnya.
Manajemen kini bergerak cepat menyusun daftar belanja pemain dan agenda uji coba pramusim. Dukungan penuh dari penggemar diharapkan agar Pendekar Cisadane bisa kembali bersaing di papan atas.