Wali Kota Hogja Hasto Wardoyo Kantongi Identitas Dua Geng Pelajar yang Masih Aktif Rekrut Anggota Baru

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 22:34:02 WIB
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memantau dua geng pelajar yang masih aktif merekrut anggota baru.

YOGYAKARTA — Dua kelompok geng pelajar di Kota Yogyakarta masih bergerilya merekrut anggota baru. Wali Kota Hasto Wardoyo menyebut pihaknya sudah mengetahui identitas kedua geng tersebut dan tengah memantau pergerakan mereka.

Pengaruh Alumni Disebut Jadi Pemicu

Menurut Hasto, keberadaan geng-geng ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh para alumni. "Mereka ini kan ada alumni-alumninya," ujarnya, Senin lalu, tanpa merinci lebih jauh nama geng maupun jumlah anggotanya.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa rantai regenerasi geng pelajar masih berjalan. Para senior disebut kerap menjadi motor penggerak di balik layar, merekrut adik kelas untuk melanjutkan tradisi kelompok.

Pemkot Kantongi Data, Langkah Hukum Disiapkan

Hasto menegaskan bahwa data kedua geng sudah berada di tangannya. Namun ia belum membeberkan langkah konkret yang akan diambil, apakah akan dilakukan pembinaan atau penindakan hukum.

Pemkot Yogyakarta, kata dia, tidak akan tinggal diam. Sejumlah dinas terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Satpol PP, dilibatkan dalam pengawasan di lingkungan sekolah.

Kenapa Geng Pelajar Kembali Marak?

Fenomena geng pelajar di Yogyakarta sebenarnya bukan hal baru. Puluhan tahun lalu, kelompok-kelompok serupa pernah meresahkan warga dan sekolah. Namun belakangan, aktivitas mereka kembali mencuat.

Pengamat sosial memperkirakan faktor lingkungan dan lemahnya pengawasan sekolah ikut berperan. Apalagi jika kelompok alumni masih leluasa berkomunikasi dengan siswa aktif lewat media sosial.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Hasto mengimbau masyarakat untuk proaktif melapor jika mencurigai aktivitas perekrutan atau perkelahian antarpelajar. "Jangan sampai ada korban jiwa. Lebih baik cegah sejak awal," pesannya.

Pemkot juga mendorong sekolah untuk memperketat aturan ekstrakurikuler dan membatasi akses tamu yang tidak berkepentingan. Langkah preventif dinilai lebih efektif ketimbang tindakan represif.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: radarjogja.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top