DI YOGYAKARTA — Pemerintah melalui penyedia layanan transportasi publik Trans Jogja melakukan pembaruan skema operasional dan tarif yang berlaku efektif pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan integrasi moda transportasi di wilayah Yogyakarta, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital melalui insentif harga yang signifikan bagi pengguna kartu uang elektronik dan QRIS.
Berdasarkan data terbaru, armada Trans Jogja kini melayani penumpang mulai pukul 05.30 hingga 20.30 WIB setiap harinya. Perpanjangan durasi layanan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat lokal maupun pelancong yang ingin mengunjungi destinasi ikonik tanpa terkendala kepadatan lalu lintas atau keterbatasan lahan parkir di pusat kota.
Kebijakan tarif tahun 2026 menerapkan diferensiasi harga yang cukup kontras antara pembayaran tunai dan digital. Penumpang yang menggunakan uang tunai dikenakan tarif Rp 3.500 per perjalanan. Sementara itu, pengguna yang melakukan pembayaran melalui QRIS atau kartu uang elektronik mendapatkan tarif khusus sebesar Rp 2.700.
Selisih harga sebesar Rp 800 ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi sistem transportasi publik di Yogyakarta. Dengan jam operasional yang dimulai sejak pagi buta, layanan ini menyasar pekerja komuter sekaligus wisatawan yang mengejar jadwal kunjungan ke objek wisata sejarah dan budaya di pinggiran kota maupun pusat kota.
Kawasan Malioboro tetap menjadi titik pusat dalam jaringan Trans Jogja dengan dukungan tiga halte strategis, yakni Halte Malioboro 1, 2, dan 3. Untuk mencapai kawasan ini, pengelola telah memetakan beberapa jalur spesifik yang terhubung langsung dengan titik-titik penyangga di luar pusat kota.
Jalur 1A menjadi rute paling krusial karena menghubungkan langsung Terminal Prambanan dan Bandara Adisutjipto menuju jantung kota. Bagi penumpang yang datang dari arah utara, Jalur 8 menyediakan akses langsung dari Terminal Jombor ke Malioboro. Sementara itu, warga dari area barat dapat memanfaatkan Jalur 13 yang menghubungkan wilayah Godean secara langsung ke pusat perbelanjaan tersebut.
Selain rute konvensional, Trans Jogja juga memperluas jangkauan ke wilayah selatan melalui Jalur 15 dan Jalur EV (Electric Vehicle). Jalur ini melayani rute dari Palbapang menuju Malioboro, yang sekaligus memberikan akses bagi warga di Kabupaten Bantul untuk masuk ke pusat kota dengan moda transportasi ramah lingkungan.
Sistem rute yang terintegrasi ini memungkinkan pelancong untuk berpindah antar-destinasi seperti Alun-alun Kidul, Tamansari, hingga Candi Prambanan dengan satu sistem pembayaran. Penggunaan armada listrik pada Jalur EV juga menandai transisi menuju transportasi publik yang lebih berkelanjutan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penumpang hanya perlu membayar Rp 2.700 per perjalanan jika menggunakan QRIS atau kartu uang elektronik. Tarif ini lebih murah dibandingkan pembayaran tunai yang dipatok sebesar Rp 3.500.
Berdasarkan data operasional tahun 2026, bus Trans Jogja beroperasi mulai pukul 05.30 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB setiap hari.
Wisatawan dapat menggunakan Jalur 1A untuk perjalanan langsung dari Bandara Adisutjipto menuju kawasan Malioboro. Jalur ini juga terhubung dengan Terminal Prambanan.