Stadion Maguwoharjo Jadi Saksi PSS Sleman Gagal Juara Usai Kalah Adu Penalti Lawan Garudayaksa

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:01:01 WIB
Suasana tegang di Stadion Maguwoharjo saat adu penalti final Pegadaian Championship 2025/2026.

SLEMAN — PSS Sleman harus merelakan trofi juara Pegadaian Championship 2025/2026 jatuh ke tangan Garudayaksa dalam laga final yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sabtu. Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran penentu kemenangan lawan justru tercipta lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4.

Gustavo Tocantins yang sempat menjadi pahlawan dengan memborong dua gol penyama kedudukan, justru menjadi pemain yang gagal mengeksekusi penalti di babak penentuan. Padahal, performa penyerang asal Brasil tersebut sempat menghidupkan asa ribuan suporter Super Elja setelah timnya tertinggal dua gol di babak pertama.

Evaluasi Ansyari Lubis: Fokus Hilang di Babak Pertama

Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menyoroti perbedaan mencolok performa anak asuhnya antara babak pertama dan kedua. Ia mengakui timnya sempat kehilangan kendali permainan sehingga Garudayaksa mampu unggul cepat melalui Alfin Kelilauw pada menit ke-23 dan penalti Everton Nascimento di menit ke-31.

"Kita menyoroti di bawah pertama kita sedikit kehilangan fokus hingga Garudayaksa bisa mengambil permainan dengan sangat baik. Tetapi di bawah kedua kita bermain sangat luar biasa, kita bisa menyamakan kedudukan," kata Ansyari pada jumpa pers pasca pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu.

Pelatih berusia 55 tahun tersebut menganggap hasil adu penalti dipengaruhi banyak faktor teknis maupun keberuntungan di lapangan. Meski kecewa gagal mengangkat trofi di kandang sendiri, ia tetap memberikan ucapan selamat kepada tim lawan yang berhasil keluar sebagai kampiun.

"Tapi itulah hasil dari pertandingan adu penalti, semuanya hanya bisa kita anggap itu banyak faktor ya. Jadi selamat buat Garudayaksa yang bisa menjadi juara, terutama ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton," tambah Ansyari.

Perubahan Taktik dan Dampak Masuknya Irvan Mofu

Keputusan Ansyari memasukkan Irvan Mofu menggantikan Terens Puhiri di babak kedua terbukti menjadi kunci perubahan alur serangan PSS Sleman. Kehadiran Mofu membuat lini depan Laskar Sembada lebih bertenaga dan memberikan ruang lebih luas bagi Gustavo Tocantins untuk mencetak gol pada menit ke-61 dan 90+3.

"Makanya ketika di babak kedua kita memasukkan Mofu untuk memperkaya, memperkuat serangan kita. Dan itu terbukti, tapi sepak bola tidak bisa dihitung hanya di satu babak. Jadi saya kira ini hasil yang cukup luar biasa buat seluruh pemain dan apresiasi yang tinggi-tingginya buat mereka," jelas mantan penggawa Timnas Indonesia tersebut.

Daftar Tim Promosi ke Kasta Tertinggi Musim Depan

Walaupun gagal meraih gelar juara, PSS Sleman tetap dipastikan promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia musim depan. Super Elja akan naik kelas bersama sang juara Garudayaksa dan satu tim lainnya, Adhyaksa.

Adhyaksa memastikan tiket promosi setelah memenangi babak play-off melawan tuan rumah Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0. Ketiga tim ini akan menggantikan posisi tim dari Super League yang turun kasta musim ini.

Sejauh ini, baru diketahui dua tim yang resmi terdegradasi dari kasta tertinggi, yakni PSBS Biak dan Semen Padang. Kehadiran PSS Sleman di kasta tertinggi musim depan diharapkan mampu memberikan warna baru bagi persaingan klub-klub elit tanah air.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top