Pencarian

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Intensifkan Kunjungan Malam ke Pos Kamling untuk Jaring Aspirasi Warga dan Perkuat Keamanan

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:34:32 WIB
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Intensifkan Kunjungan Malam ke Pos Kamling untuk Jaring Aspirasi Warga dan Perkuat Keamanan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyapa warga saat kunjungan malam ke pos kamling untuk menyerap aspirasi dan memantau keamanan lingkungan.

Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat kewaspadaan dini masyarakat dengan mengaktifkan kembali pos kamling sebagai ruang komunikasi warga. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut kegiatan ronda malam ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menjaring aspirasi warga terkait UMKM hingga pengelolaan sampah.

YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mulai rutin melakukan kunjungan malam ke sejumlah pos kamling di wilayah kotanya. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga di tingkat RT/RW.

Menurut Hasto, pos kamling memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ronda. Keberadaannya dinilai mampu menjadi ruang "srawung" atau berkumpulnya warga untuk bertukar informasi dan memperkuat kewaspadaan bersama terhadap lingkungan sekitar.

Keamanan Kota Bukan Hanya Tugas Aparat

Hasto menegaskan bahwa keamanan dan ketenteraman kota tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Kondisi yang aman, kata dia, lahir dari kepedulian aktif warga terhadap lingkungannya masing-masing.

"Keamanan dan ketenteraman kota tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga lahir dari kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya," ujar Hasto di Yogyakarta, Sabtu.

Melalui komunikasi yang terjalin rutin antarwarga, berbagai persoalan sosial dapat terdeteksi lebih awal. Dengan begitu, potensi konflik bisa diselesaikan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Jaring Aspirasi UMKM hingga Sampah Organik

Kunjungan malam ini tidak hanya berfokus pada isu keamanan. Hasto mengungkapkan, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk mendengar langsung keluhan dan usulan warga, khususnya terkait pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ia menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Semaki Markhistun Nadhiroh menyebut pihaknya tengah fokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga. Kelurahan Semaki kini menggalakkan penggunaan tabung lodong sisa dapur atau yang akrab disebut Losida.

Inovasi ini memanfaatkan cacing yang ditempatkan di bagian bawah tabung untuk mempercepat proses penguraian sampah organik. Hasilnya, warga bisa mendapatkan kompos secara lebih cepat dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks