Pencarian

Menteri LH Canangkan Gerakan Pertobatan Ekologis Usai Bertemu Sri Sultan HB X di Yogyakarta, Akui Minim Pengawasan

Sabtu, 25 Juli 2026 • 15:33:31 WIB
Menteri LH Canangkan Gerakan Pertobatan Ekologis Usai Bertemu Sri Sultan HB X di Yogyakarta, Akui Minim Pengawasan

YOGYAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengakui pihaknya selama ini kurang melakukan pengawasan sehingga terjadi kerusakan lingkungan. "Itu kami akui dan menjadi bagian bertobat juga. Jadi tidak usah menyalahkan orang lain tapi akui karena kesalahan kami sendiri yang kurang mengawasi atau minimal kami diamkan terus-menerus," katanya di kompleks Kepatihan, Jumat (24/7).

Pengakuan Menteri: Minim Pengawasan Jadi Faktor Kerusakan

Jumhur menyebut kerusakan lingkungan tidak lepas dari lemahnya pengawasan KLH. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah introspeksi diri. "Terpenting sekarang dengan melakukan pertobatan ekologis adalah kita semua melakukan introspeksi diri demi menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.

Pernyataan itu disampaikan setelah ia bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Sultan memberikan sejumlah wejangan terkait budaya menjaga alam.

Wejangan Sultan: Kebijakan Nakal Bikin Alam Marah

"Tadi hasil obrolan, saya mendapatkan wisdom dari Sri Sultan HB X bahwa kita harus mengayomi alam lingkungan," kata Jumhur. Sultan mengingatkan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak bersifat nakal. "Kalau kebijakan yang dikeluarkan nakal, maka alam juga akan marah, tapi kalau kita arif dan bijaksana kepada alam maka alam juga akan kembali baik terhadap kita," ujar Jumhur menirukan pesan Sultan.

Jumhur mengatakan wejangan itu sejalan dengan tagline Kementerian LH yang fokus menggugah kesadaran manusia, bukan sekadar kebijakan instruktif. Menurutnya, budaya Indonesia pada dasarnya memuliakan alam, namun pembangunan kerap membuat masyarakat terhipnotis budaya serba cepat yang mengabaikan kelestarian.

Gerakan Pertobatan Ekologis Nasional

Menteri LH mengungkapkan rencana kementeriannya untuk mengusung gerakan pertobatan ekologis secara nasional. "Secara budaya, secara kesadaran, kita berubah, kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar," katanya.

Jumhur mencontohkan langkah sederhana mematuhi peraturan yang sudah ada. Menurutnya, seluruh ketentuan dan mekanisme pembangunan sudah diatur, sehingga kepatuhan menjadi kunci. Ia juga mengapresiasi sikap tegas Sultan dalam menindak para perusak lingkungan. "Beliau berani, katakanlah mempermasalahkan orang yang dengan sengaja melanggar atau merusak lingkungan. Saya menilai itu contoh yang baik sekali, menambah keberanian saya," ujarnya.

Pertemuan di Kepatihan itu menjadi sinyal bahwa pendekatan kebijakan lingkungan ke depan tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga kultural. Jumhur berharap gerakan pertobatan ekologis bisa membangun kesadaran kolektif, dari tingkat pusat hingga masyarakat akar rumput.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks