BANDUNG — Andromeda Sufi Anggoro, alumnus SMA Negeri 4 Yogyakarta, tiba di Kampus ITB pada Senin (20/7/2026) dengan pendampingan kedua orang tuanya. Penyambutan khusus oleh Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara di Wisma Rektor menjadi momen haru bagi keluarga yang selama ini bergelut dengan keterbatasan ekonomi.
Rektor ITB menyambut langsung Andromeda dan keluarganya. Basuni Yusuf, ayah Andromeda yang sehari-hari mengemudikan bajaj di Yogyakarta, mengaku tidak menyangka putranya mendapat sambutan seistimewa itu. “Saya hanya sopir bajaj, tapi anak saya bisa diterima di ITB dan disambut rektor. Luar biasa,” ujarnya.
Andromeda sendiri tak kuasa menahan haru. Ia mengaku perjuangannya belajar tanpa bimbingan belajar (bimbel) sejak SMA akhirnya membuahkan hasil. Jalur SNBT yang ia tempuh terbilang kompetitif, namun ia yakin karena sudah mempersiapkan diri sejak kelas X.
Nama Andromeda bukan sekadar identitas. Basuni Yusuf mengungkapkan bahwa nama putranya diambil dari Galaksi Andromeda. “Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi,” kata Basuni dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi ITB.
Harapan itu selaras dengan ketertarikan Andromeda pada astronomi. Ketertarikannya muncul dari kegemaran mempelajari fisika dan pengalaman mengikuti pengajian yang membahas langit serta alam semesta. “Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya,” ujar Andromeda.
Impian Andromeda berkuliah di ITB sempat tertunda. Ayahnya, Basuni, mengaku awalnya tidak sanggup membiayai kuliah di Bandung. “Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” jelas Basuni.
Namun tekad Andromeda tak patah. Ia belajar mandiri tanpa bimbel, memanfaatkan waktu luang setelah membantu orang tua. Kini, setelah diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, ia berencana mengambil Program Studi Astronomi setelah menyelesaikan Tahap Persiapan Bersama (TPB).
Basuni berharap putranya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan mewujudkan cita-citanya sebagai astronom. “Nama adalah doa. Semoga Andromeda bisa berpikir seluas galaksi dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Andromeda sendiri berkomitmen untuk terus belajar dan membanggakan kedua orang tuanya. “Saya ingin mendalami astronomi, memahami alam semesta, dan mungkin suatu hari bisa meneliti galaksi yang menjadi nama saya,” ujarnya dengan senyum.