DI YOGYAKARTA — Aktor senior Donny Damara kembali ke layar lebar lewat film keluarga berjudul Yang Disebut Nakal, berperan sebagai Pak Surya, pembina di tempat pembinaan Bina Laku Wanareksa. Film ini menyoroti kehidupan remaja yang kerap dicap negatif oleh lingkungan dan keluarga. Donny menegaskan bahwa kenakalan anak sejatinya soal persepsi, bukan label mutlak.
Donny Damara memperkenalkan proyek terbarunya dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). Ia memerankan Pak Surya, salah satu pembina di Bina Laku Wanareksa, tempat yang menampung siswa kiriman orang tua selama liburan sekolah.
Dalam film ini, Bina Laku Wanareksa digambarkan sebagai tempat pembinaan bergaya boot camp. Para siswa yang masuk ke sana bukan anak bermasalah dalam arti sebenarnya, melainkan remaja yang perilakunya dinilai berbeda oleh orang dewasa di sekitarnya.
Siapa Pak Surya di Bina Laku Wanareksa
Donny menjelaskan posisinya dalam cerita saat ditemui bersama sejumlah pemain lain. Ia menyebut ada beberapa pembina yang mendampingi para siswa selama program berlangsung.
"Saya Donny, berperan sebagai Pak Surya, salah satu pembina di Bina Laku Wanareksa bersama teman-teman. Kecuali ini (menunjuk Fatih), salah satu siswa kami. Ada beberapa lagi pembina yang lainnya," ujar Donny Damara.
Menurut Donny, para siswa dikirim orang tua mereka untuk mengikuti pembinaan selama masa liburan sekolah. Latar belakang itulah yang membuat film ini mengangkat sudut pandang berbeda soal kenakalan remaja.
Kenakalan Anak Dinilai soal Persepsi
Donny mengajak penonton melihat kenakalan anak dengan ukuran yang lebih luas. Setiap orang, katanya, punya tolok ukur berbeda dalam menilai perilaku seorang anak.
"Referensi orang beda-beda. Nakal segini belum tentu dianggap nakal, tolok ukurnya beda-beda," imbuhnya.
Ia menegaskan program pembinaan dalam film tidak dirancang untuk membuat siswa menjadi penurut sepenuhnya. Target yang lebih realistis adalah menumbuhkan empati dan memperkecil jarak komunikasi antara anak dan orang tua.
"Tapi di sini bukan juga mendidik 'begitu keluar dari sini lu jadi nggak nakal', tapi paling tidak bisa berempati, bisa berkomunikasi dengan orang tua, tidak ada communication gap," tutur Donny.
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan Keluarga
Bagi Donny, keluarga harmonis butuh komunikasi terbuka dari kedua arah. Program pembinaan dalam film diharapkan membantu anak dan orang tua menyampaikan perasaan serta keinginan mereka dengan lebih baik.
"Bagaimana formulasi kata-kata yang disampaikan dari kedua belah pihak—anak dan bapak—bisa tersampaikan dengan baik. Semacam boot camp lah ya," paparnya.
Pendalaman cerita ini juga membawa Donny mengenang masa kecilnya sendiri. Ia punya pandangan tersendiri soal kenakalan yang dialami seseorang saat tumbuh dewasa.
"Menurut gua sih waktu kecil kita harus nakal. Karena apa? Kalau nggak, kita jadi nggak tahu. Nakalnya telat lebih bahaya," seloroh Donny seraya tersenyum.
Yang Disebut Nakal menambah daftar proyek layar lebar Donny Damara setelah puluhan tahun berkarier di dunia akting Indonesia. Film bertema keluarga dengan latar pembinaan remaja ini menyasar penonton orang tua dan anak yang ingin melihat persoalan kenakalan dari dua sisi.