BANTUL — Ketua Pelaksana ILS Series 1 Bupati Bantul Cup 2026, Ferdian Mahardika, menyebut jumlah peserta yang mencapai 700 orang melebihi target yang ditetapkan panitia. Peserta mayoritas berasal dari 66 klub se-Jawa Bali, namun di menit-menit akhir pendaftaran sejumlah atlet dari Sumatera ikut bersaing.
Menurut Ferdian, ILS musim 2026-2027 akan berlangsung dalam empat seri. Bantul menjadi tuan rumah seri pertama, lalu seri kedua di Semarang, seri ketiga di Sidoarjo, dan seri keempat di Bekasi.
Final ILS Dijadwalkan Juli 2027 di Stadion Sultan Agung
Partai final ILS dijadwalkan kembali digelar di area sepatu roda Stadion Sultan Agung pada Juli 2027, bertepatan dengan peringatan HUT Bantul. Kompetisi tersebut juga direncanakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun daerah itu.
Sejumlah atlet dari luar negeri, terutama negara-negara ASEAN dan Australia, telah menunjukkan minat mengikuti kompetisi tersebut. Pihak penyelenggara belum siap menerima peserta internasional pada pelaksanaan tahun ini.
"Beberapa atlet dari luar negeri, khususnya negara ASEAN dan Australia berminat mendaftar, namun kami belum siap. Tapi melihat antusiasmenya, kami menargetkan final ILS tahun depan bisa menjadi kompetisi skala internasional," kata Ferdian.
Pemenang Tiap Seri Berpeluang Dikirim ke Luar Negeri
Sebagai langkah persiapan menuju kompetisi internasional, setiap pemenang dari nomor yang diperlombakan pada masing-masing seri direncanakan mendapat kesempatan dikirim untuk mengikuti pertandingan di luar negeri.
ILS 2026 juga menerapkan sistem pemeringkatan terstruktur sebagai acuan standar kompetisi sepatu roda di Indonesia. Skema penilaian tersebut mengadopsi sistem poin dalam balap profesional.
"Juara pertama memperoleh 12 poin, berlanjut secara berjenjang hingga peringkat kesembilan. Sistem pemeringkatan ini kami adopsi layaknya sprint race di ajang MotoGP agar kompetisi berjalan adil, ketat, dan minim risiko tabrakan poin," jelas Ferdian.
Wabup Bantul Tekankan Sportivitas dan Dampak Ekonomi UMKM
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta meminta seluruh atlet menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses dalam olahraga.
"Ajang ini menjadi momentum kebangkitan olahraga sepatu roda di Bantul dan DIY. Atlet-atlet lokal berkesempatan langsung bersaing dengan atlet nasional untuk saling beradaptasi, mengukur kemampuan, dan belajar," tegas Aris.
Selain mendorong prestasi olahraga, Aris menilai penyelenggaraan ILS memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ratusan atlet, kontingen, serta keluarga atlet dinilai turut menggerakkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Bantul.
Penerangan Arena Sepatu Roda SSA Jadi Kebutuhan Berikutnya
Ferdian menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak di Bantul yang telah mendukung penyelenggaraan ILS, terutama dalam proses perizinan. Ke depan, ia berharap dukungan tersebut terus diberikan, khususnya untuk pembenahan sarana dan prasarana area sepatu roda di Stadion Sultan Agung.
Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah penambahan penerangan agar arena sepatu roda tersebut dapat dimanfaatkan untuk latihan pada malam hari.