Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta menggelar karnaval pelajar di SMPN 5 sebagai rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Karnaval diikuti sekitar 1.000 pelajar dari jenjang TK hingga SMA sederajat yang terbagi dalam 30 kelas. Setiap kelas menampilkan tema berbeda yang terinspirasi cerita rakyat dan sejarah Nusantara.
YOGYAKARTA — Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Yogyakarta Agus Trimadi melepas langsung peserta karnaval pelajar di halaman SMPN 5 Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi kota yang memasuki usia ke-270.
Peserta karnaval terdiri dari 30 kelas dengan tema berbeda-beda. Mulai dari kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, Nyi Roro Kidul, Candi Plaosan, hingga Pangeran Diponegoro.
Tema Otentik-Konkret Jadi Pilihan Panitia
Agus menyebut karnaval pelajar mengangkat tema Otentik-Konkret. Otentik berkaitan dengan jati diri, sedangkan konkret diwujudkan melalui tindakan atau karya.
"Karnaval pelajar ini mengangkat tema Otentik-Konkret, otentik berkaitan dengan jati diri, sedangkan konkret diwujudkan melalui tindakan atau karya," kata Agus saat melepas peserta karnaval.
Pemilihan tema bertujuan agar pelajar tidak hanya mengenal budaya secara konseptual. Mereka didorong menuangkan pemahaman itu dalam bentuk karya dan penampilan.
30 Kelas, 30 Cerita Rakyat dan Sejarah
Setiap kelas menampilkan tema yang berbeda. Cerita rakyat dan sejarah dipilih sebagai sumber inspirasi penampilan para pelajar.
Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso menjadi salah satu tema yang ditampilkan. Kisah Nyi Roro Kidul, Candi Plaosan, hingga perjuangan Pangeran Diponegoro juga mewarnai karnaval.
Peserta berasal dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas sederajat. Totalnya sekitar 1.000 pelajar yang terlibat dalam karnaval tersebut.
Harapan Sekolah: Cinta Budaya hingga Tolak Perundungan
Kepala SMPN 5 Yogyakarta Siti Arina Budiastuti menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana bagi siswa untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya Kota Yogyakarta.
"Harapan sekolah, anak-anak akan lebih menyayangi, cinta pada budaya Indonesia, khususnya cinta budaya Kota Yogyakarta," katanya.
Menurut dia, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan. Mulai dari belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga kebersihan, tidak melakukan perundungan, serta peduli kepada teman dan lingkungan.
Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Komite Jadi Kunci
Siti Arina berharap karnaval tersebut meningkatkan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, orang tua, dan komite sekolah. Menurutnya, kolaborasi itu yang membuat acara berjalan meriah.
"Kami berterima kasih kepada seluruh panitia sekolah dan panitia orang tua yang membuat hari ini begitu indah karena kolaborasi sekolah, masyarakat," katanya.
Karnaval pelajar ini menutup rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta di lingkungan satuan pendidikan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta belum menyampaikan rencana kegiatan lanjutan pasca-karnaval.