Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menggelar Festival Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, sebagai ruang bersama memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Festival bertema "Lumbung Mataraman Mendukung Swasembada Pangan melalui Pangan Lokal Sehat dan Berkualitas" itu menghadirkan puluhan stan pameran yang diikuti 15 Kelompok Wanita Tani (KWT), akademisi, pelaku usaha, dan komunitas pertanian DIY.
KULON PROGO — Pemerintah menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa traktor roda dua, benih padi, dan benih jagung dalam festival tersebut. Penghargaan Lomba Sawah Irigasi Ramah Lingkungan (SIRAMLI) serta Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas tingkat DIY turut diserahkan kepada para pemenang.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad membacakan sambutan Gubernur DIY dalam acara itu. Ia menyebut ketahanan pangan sesungguhnya dibangun dari ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pekarangan rumah.
"Lumbung Mataraman mengajarkan satu hal mendasar, yaitu ketahanan pangan sesungguhnya dibangun dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pekarangan rumah," kata Noviar.
Mengapa Pekarangan Rumah Jadi Kunci Ketahanan Pangan DIY
Noviar menegaskan Lumbung Mataraman harus menjadi gerakan yang hidup di tingkat pekarangan keluarga maupun kelompok tani. Tujuannya mewujudkan kedaulatan pangan wilayah.
Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho menyoroti tantangan menyusutnya lahan pertanian produktif. Optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dinilai semakin penting di tengah kondisi itu.
"Gelar Inovasi Lumbung Mataraman ini merupakan ruang bersama untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pangan lokal, pemanfaatan lahan terbatas, inovasi pertanian, serta peningkatan nilai tambah produk," kata Aris.
Aris berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi pameran tahunan. Festival ini diharapkan menjadi sarana pertukaran inovasi, memperkuat jejaring, dan memperluas peluang pemasaran bagi para petani.
Jogja Agro Park Ditetapkan sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut baik penunjukan Jogja Agro Park sebagai pusat konsentrasi aktivitas Lumbung Mataraman. Kawasan itu juga menjadi pusat pembelajaran pertanian daerah.
"Masyarakat tidak hanya didorong untuk menghasilkan pangan, tetapi juga membangun kemandirian dalam mengelola sumber daya lingkungan. Dari pangan lokal kita bangun kemandirian untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Agung.
Festival Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 menghadirkan puluhan stan pameran. Pesertanya meliputi 15 Kelompok Wanita Tani (KWT), perwakilan kelurahan Lumbung Mataraman, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas pertanian di DIY.
Melalui gelaran ini, DPKP DIY mendorong pangan lokal sebagai fondasi swasembada pangan daerah. Pengembangan pangan lokal, pemanfaatan lahan terbatas, hingga peningkatan nilai tambah produk menjadi fokus utama festival.