YOGYAKARTA — Potensi pasar wisatawan Thailand yang mencapai sekitar 40 juta kunjungan per tahun menjadi alasan utama pelaku industri pariwisata mendesak pemerintah membuka koneksi penerbangan langsung dari Bangkok ke Yogyakarta. Langkah ini dinilai mampu mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Yogyakarta dan kawasan sekitarnya secara signifikan.
Usulan tersebut mengemuka dalam kegiatan Java Inbound Travel Connect (JITAC) 2026 yang digelar di Fortuna Suites Malioboro Hotel, Senin (10/8/2026). Forum ini mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari berbagai daerah di Pulau Jawa melalui sesi Business-to-Business (B2B) dengan pembeli dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia dan India.
Potensi 40 Juta Wisatawan Thailand untuk Pasar Borobudur
Ketua Umum Indonesian Inbound Tour Operators Association (IINTOA), Paul Edmundus Talo, menyebut Thailand memiliki sekitar 40 juta wisatawan asing per tahun. Menurutnya, membidik sebagian kecil dari potensi tersebut, ditambah warga lokal Thailand yang memiliki keterikatan budaya dan agama Buddha, dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Yogyakarta.
"Membidik sebagian kecil potensi tersebut beserta warga lokal Thailand yang memiliki keterikatan budaya dan agama Buddha untuk berziarah ke Borobudur dinilai dapat secara signifikan meningkatkan kunjungan wisman ke Yogyakarta dan sekitarnya," tandasnya.
Empat Strategi Promosi untuk Kejar Target 16 Juta Wisman
Selain konektivitas, penguatan promosi menjadi kunci dalam menarik pasar wisatawan mancanegara. IINTOA menyoroti empat metode utama yang perlu digencarkan: pameran, pemasaran digital, misi penjualan langsung, serta promosi melalui media sosial.
“IINTOA menyoroti empat metode promosi pariwisata, yaitu pameran, pemasaran digital, penjualan langsung atau misi penjualan, serta promosi melalui media sosial,” jelas Edmundus dalam keterangannya.
JITAC 2026 sendiri dirancang untuk memperluas jaringan pelaku industri pariwisata lokal. Agenda kegiatan mencakup business matching, panel discussion, networking session, hingga familiarization trip (FAM Trip) untuk mengenalkan destinasi secara langsung kepada buyer.
Realisasi Wisman Baru Capai 40 Persen, Puncak Kunjungan Dinanti
Kepala Bidang Perencanaan Mancanegara Kementerian Pariwisata, Denny Priadi, mengungkapkan pemerintah menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,8 juta hingga 16 juta kunjungan pada tahun ini. Hingga pertengahan tahun, berdasarkan data Mei dan Juni, realisasi kunjungan telah mencapai sekitar 40 persen dari target.
Denny optimistis angka tersebut akan meningkat pada periode puncak kunjungan wisatawan atau peak season. Pihaknya memastikan Kementerian Pariwisata berfokus pada promosi digital dan strategi komunikasi pemasaran yang adaptif untuk mengejar target tersebut.
"Kami prediksi akan melonjak pada peak season untuk kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun ini. Kami dari Kemenparekraf berfokus pada promosi digital dan strategi komunikasi pemasaran yang adaptif," tutupnya.