YOGYAKARTA — Fenomena pemagaran mal di tiga kota besar memicu perbincangan hangat warganet. Di Yogyakarta, salah satu mal milik Pakuwon Group yang berhadapan langsung dengan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terlihat telah dikelilingi pagar beton.
Spekulasi pun merebak di platform X dan Threads. Sebagian netizen mengaitkan pagar tersebut dengan insiden unjuk rasa aliansi Jogja Memanggil pada 29 Agustus 2025 lalu, yang berakhir ricuh di depan Polda DIY. Saat itu, massa membakar tenda, barrier, mobil polisi, hingga area SPKT Polda DIY.
Namun, pihak pengelola memastikan tidak ada kaitan antara pemagaran dengan peristiwa tersebut.
Klaim APPBI: Tidak Ada Instruksi Khusus
Surya Ananta menegaskan APPBI tidak pernah mengeluarkan instruksi apa pun terkait pemasangan pagar. Keputusan sepenuhnya berada di tangan masing-masing manajemen mal.
"Memang nggak ada instruksi khusus. Ya itu inisiatif dari masing-masing mal," ujar Surya saat dihubungi pada Sabtu (1/8/2026).
Ia meminta publik tidak serta-merta menghubungkan pemasangan pagar dengan potensi gangguan keamanan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan prosedur operasional internal yang wajar dilakukan pengelola gedung.
"Masalah itu menjadi pilihan internal (mereka), jadi enggak ada hubungannya dengan situasi secara umum tuh enggak," sambungnya.
Viral di Media Sosial, Warganet Berspekulasi
Foto-foto mal yang dikelilingi pagar beton atau pembatas logam banyak beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Narasi yang berkembang di masyarakat beragam, mulai dari persiapan menghadapi potensi kerusuhan hingga sekadar pengamanan aset.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola mal di ketiga kota tersebut. APPBI DIY menjadi satu-satunya asosiasi yang angkat bicara mewakili pengelola pusat perbelanjaan.
Fenomena ini menjadi catatan tersendiri bagi pengelola pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama dalam hal komunikasi publik. Kejelasan informasi menjadi penting agar spekulasi di masyarakat tidak meluas dan menimbulkan keresahan yang tidak perlu.