BANTUL — Enam truk tangki air dikerahkan PMI DIY untuk menerobos wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih. Dua di antaranya telah beroperasi sejak 29 Mei lalu, menyasar empat kecamatan yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kasihan, Dlingo, Pajangan di Bantul, serta Panggang di Gunungkidul.
Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, menyatakan pendistribusian air ini menjangkau enam kalurahan, meliputi Bangunjiwo, Temuwuh, Jatimulyo, Terong, Guwosari, dan Girikarto. "Bantuan ini menjangkau 4.051 jiwa penerima manfaat," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Enam Kalurahan Terdampak dan Prioritas Distribusi
Operasi kemanusiaan ini tidak hanya berhenti pada pengiriman air bersih. PMI DIY juga membawa misi edukasi penggunaan air secara bijaksana serta promosi kesehatan bagi warga di lokasi terdampak. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengelola pasokan air yang terbatas selama musim kemarau.
Selain Bantul dan Gunungkidul, wilayah Kulon Progo juga menjadi fokus perhatian dalam program dukungan ini. Ketiga kabupaten tersebut masuk dalam daftar prioritas karena tingkat kerawanan kekeringannya yang tinggi saat puncak musim kemarau.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Skema Donasi
Gusti Prabu, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa operasi ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan banyak pihak. "Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat," jelasnya. Pihaknya pun membuka keran donasi publik untuk memperluas jangkauan bantuan.
Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat mentransfer melalui rekening Bank Mandiri Cabang Sudirman nomor 137.000.744.959.4 atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY. Periode donasi dibuka dari bulan Agustus hingga November 2026, dengan catatan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.
DIY Salah Satu dari 10 Provinsi Prioritas Nasional
Operasi Siaga Tirto Aji ini merupakan bagian dari program besar PMI Pusat. DIY ditetapkan sebagai salah satu dari 10 provinsi prioritas dalam "Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026". Program ini didanai melalui Disaster Response Emergency Fund (DREF) yang dikelola International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
Provinsi lain yang masuk daftar prioritas meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Selatan. PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dan berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di tengah ancaman kekeringan yang masih berlangsung.