YOGYAKARTA — Memasuki pertengahan Juni, karakter musim kemarau di DIY semakin kuat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mencatat, hampir semua wilayah di provinsi ini akan diselimuti cuaca cerah sepanjang hari Minggu ini.
Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 23–32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 58–95 persen. Perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam menjadi perhatian utama BMKG.
Kota Yogyakarta Paling Panas, Capai 32 Derajat
Kota Yogyakarta menjadi wilayah dengan suhu tertinggi hari ini. Langit tanpa tutupan awan tebal membuat sinar matahari terasa lebih terik pada siang hari. Suhu di ibu kota DIY diprediksi mencapai 32 derajat Celsius dengan kelembapan 59–93 persen.
Sleman dan Bantul: Siang Panas, Malam Lembap
Wilayah Sleman, termasuk kawasan lereng Merapi, diperkirakan cerah dengan suhu maksimum 31 derajat Celsius. Meski siang terasa panas, malam hari diprediksi lebih sejuk akibat kelembapan tinggi yang mencapai 93 persen.
Sementara itu, Bantul mencatat tingkat kelembapan minimum terendah di DIY, yakni 58 persen. Hal ini membuat udara siang hari di Bantul cenderung lebih kering dibanding wilayah lain.
Kulon Progo dan Gunungkidul: Suhu Lebih Rendah, Berawan Tipis
Kulon Progo diprediksi cerah dengan suhu relatif lebih rendah, maksimal 30 derajat Celsius. Namun, kelembapan malam hari yang tinggi berpotensi memunculkan udara dingin dan kabut tipis di kawasan perbukitan Menoreh.
Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah berawan. Tutupan awan tipis membuat suhu siang hari sedikit lebih tertahan dibanding wilayah lain, dengan suhu berkisar 23–30 derajat Celsius.
BMKG Ingatkan Warga Antisipasi Perubahan Suhu Ekstrem
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca cerah dan panas pada siang hari, serta kondisi lembap pada malam hari. Perubahan suhu yang cukup kontras perlu diantisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan aktivitas harian.
“Kondisi ini membuat aktivitas luar ruangan pada akhir pekan perlu disesuaikan dengan potensi suhu udara yang cukup tinggi di siang hari,” tulis BMKG dalam rilisnya.