DI YOGYAKARTA — Kenaikan harga emas Antam pada pekan kedua Juni ini melanjutkan tren bullish yang sudah berlangsung sejak awal bulan. Sepanjang Juni 2026, harga emas Antam sudah mencatatkan kenaikan lebih dari 2,5 persen, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Harga Buyback Ikut Terdongkrak
Bersamaan dengan kenaikan harga jual, harga buyback atau harga yang digunakan Antam saat membeli kembali emas dari nasabah juga ikut naik. Hari ini, harga buyback ditetapkan sebesar Rp2.456.000 per gram, naik Rp11.000 dari level kemarin.
Selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp255.000 per gram mencerminkan margin dan biaya produksi yang dibebankan Antam. Bagi investor, selisih ini menjadi pertimbangan penting saat menentukan strategi jual atau beli, terutama dalam jangka pendek.
Sentimen Global dan Dolar AS Jadi Pemicu
Tekanan terhadap dolar AS dan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan Juli mendatang menjadi katalis utama penguatan harga emas global. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan lalu memperkuat ekspektasi tersebut.
Emas, yang merupakan aset tidak berbunga, cenderung diuntungkan ketika suku bunga acuan turun karena biaya oportunitas memegang emas menjadi lebih rendah. Selain itu, pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, termasuk rupiah.
Minat Investor Lokal Masih Tinggi
Meskipun harga terus mencetak rekor, minat investor ritel di Indonesia terhadap emas batangan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Data penjualan Antam sepanjang kuartal I-2026 mencatatkan pertumbuhan volume penjualan emas sebesar 12 persen secara tahunan.
Logam mulia masih menjadi instrumen lindung nilai (hedging) favorit di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah dan fluktuasi pasar saham. Bagi pelaku bisnis, emas juga kerap digunakan sebagai jaminan tambahan untuk mendapatkan fasilitas kredit modal kerja.
Proyeksi Harga: Masih Ada Ruang Naik?
Analis komoditas memperkirakan harga emas Antam berpotensi menyentuh level Rp2.750.000 per gram dalam beberapa pekan ke depan jika data ketenagakerjaan AS berikutnya kembali menunjukkan perlambatan. Namun, koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi jika ada kejutan data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.
Investasi mengandung risiko. Calon pembeli disarankan untuk mencermati selisih harga jual dan buyback serta menyesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.