Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Investor Menunggu Data Neraca Berjalan dan Sikap Iran

Jumat, 22 Mei 2026 • 09:46:13 WIB
Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Investor Menunggu Data Neraca Berjalan dan Sikap Iran
Rupiah melemah 0,18 persen menuju Rp17.700 per dolar AS di tengah tekanan global.

DI YOGYAKARTA — Mata uang Garuda terkoreksi 0,18 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan ini sejalan dengan mayoritas mata uang utama Asia dan negara maju yang kompak berada di zona merah terhadap greenback.

Pergerakan Mata Uang di Asia dan Global

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang tercatat bervariasi. Yuan China dan peso Filipina mencatatkan penguatan tipis, masing-masing naik 0,05 persen dan 0,09 persen. Namun, tekanan lebih besar terlihat di Korea Selatan dengan won yang terdepresiasi 0,16 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju semuanya melemah. Euro Eropa turun 0,05 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,06 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss juga tak luput dari tekanan.

Dua Faktor yang Membayangi Rupiah Hari Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak konsolidatif pada sesi perdagangan hari ini. Dua faktor utama menjadi perhatian pelaku pasar.

"Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com. Data ini menjadi indikator fundamental bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Selain faktor domestik, sentimen global juga membayangi. Pasar masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kerap memicu aksi lindung nilai (safe haven) ke dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang.

Proyeksi Rentang Pergerakan

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level psikologis Rp17.700 menjadi garis pertahanan terdekat yang harus dijaga. Jika tekanan beli dolar terus berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah kembali menguji level terlemahnya dalam beberapa pekan terakhir.

Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data neraca berjalan dan dinamika geopolitik sebelum mengambil posisi.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks