Pencarian

Talud Sungai Gajah Wong di Bantul Ambrol 40 Meter, Jarak Longsoran ke Jembatan Tinggal 40 Meter

Kamis, 21 Mei 2026 • 13:00:01 WIB
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul Ambrol 40 Meter, Jarak Longsoran ke Jembatan Tinggal 40 Meter
Longsoran talud Sungai Gajah Wong di Bantul meluas hingga 40 meter dengan jarak kritis ke jembatan hanya 40 meter.

BANTUL — Kerusakan talud di bantaran Sungai Gajah Wong, Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, sudah berlangsung sejak 2024 dan terus melebar setiap kali debit sungai meningkat. Komisi C DPRD DIY yang meninjau langsung lokasi pada Rabu (20/5/2026) menemukan bahwa longsoran kini mencapai panjang sekitar 40 meter dengan tinggi dan lebar masing-masing 5 meter.

Jarak Kritis ke Jembatan Hanya 40 Meter

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menilai kondisi di lapangan sudah masuk kategori kritis. Pasalnya, titik longsoran hanya berjarak sekitar 40 meter dari jembatan di sekitarnya.

“Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi merembet ke jembatan. Penanganannya harus segera dilakukan sebelum musim hujan datang,” tegas Lilik.

Abrasi Tikungan Sungai Makin Parah Tiap Musim Hujan

Posisi talud yang berada di tikungan Sungai Gajah Wong membuat struktur tersebut terus mendapat tekanan arus deras. Warga setempat sempat melakukan perbaikan secara swadaya, namun tekanan aliran air kembali merusak struktur dan longsoran terus bertambah luas.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, mengatakan bahwa jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan meluas hingga mengancam jembatan yang tidak jauh dari lokasi.

Pembagian Tugas Penanganan Darurat Disepakati

Penanganan sementara akan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak akan menyiapkan kawat bronjong, pemerintah kalurahan menyediakan tenaga kerja, sedangkan Pemkab Bantul diminta membantu material batu untuk penguatan bantaran sungai.

“Saat ini sudah disepakati pembagian peran agar penanganan sementara bisa segera dilakukan,” jelas Aslam Ridlo, Kamis (21/5/2026).

DPRD Minta Dana Kebencanaan Segera Dialokasikan

Selain penanganan darurat, Komisi C DPRD DIY juga meminta Pemerintah Kabupaten Bantul segera mengalokasikan dana kebencanaan agar proses perbaikan tidak berhenti pada penanganan sementara saja. Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menegaskan bahwa keterlambatan penanganan justru berisiko menambah luas kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari.

“Kalau nanti musim penghujan tiba sementara talud belum diperbaiki, maka kerusakan akan semakin meluas dan penanganannya akan jauh lebih berat karena sudah mengancam jembatan,” katanya.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks