Pencarian

UMKM Sawit Indonesia Promosikan Produk Inovasi di PALMEX Jakarta 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 • 01:31:01 WIB
UMKM Sawit Indonesia Promosikan Produk Inovasi di PALMEX Jakarta 2026
UMKM sawit Indonesia tampilkan produk inovatif ramah lingkungan di PALMEX Jakarta 2026.

YOGYAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan memperluas jangkauan pasar produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis sawit ke level internasional. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan para pelaku usaha lokal dalam ajang PALMEX Jakarta 2026, sebuah pameran industri kelapa sawit yang mempertemukan pemasok global dan para ahli dari berbagai negara.

Inovasi Produk Ramah Lingkungan Berbahan Limbah Sawit

Dalam ajang yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran tersebut, BPDP memperkenalkan sederet produk turunan sawit yang mengedepankan prinsip berkelanjutan. Produk yang dibawa mencakup pupuk cair organik dari limbah cair kelapa sawit, biochar dari cangkang sawit, hingga biodegradable mulsa dan fungisida organik.

Selain kebutuhan industri, inovasi UMKM mitra BPDP juga merambah sektor konsumsi dan gaya hidup, seperti produk aromaterapi berbahan minyak sawit dan bio baby bag untuk proses pembibitan (nursery). Kehadiran produk-produk ini menunjukkan bahwa hilirisasi sawit tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar, tetapi juga mampu digerakkan oleh koperasi petani dan pelaku usaha kecil.

"Keikutsertaan kami dalam kegiatan ini memang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh UMKM mitra BPDP agar bisa dikenal secara luas dan melakukan ekspansi produk pada skala internasional," kata Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah.

Peluang Kolaborasi Teknologi dengan 30 Negara

Pameran PALMEX Jakarta 2026 diproyeksikan menjadi wadah strategis bagi mitra binaan BPDP untuk menjalin kemitraan dengan peserta dari 30 negara. Fokus utama dalam ajang ini adalah menciptakan sinergi, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi terbaru dalam pengelolaan industri kelapa sawit dari hulu ke hilir.

Helmi menjelaskan bahwa sebagai aktor utama pembangunan sektor sawit, BPDP terus memperkuat peran strategis melalui pemberdayaan UMKM. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sehingga produk lokal memiliki daya saing yang kuat saat bersaing dengan produk serupa dari negara lain.

Selain melalui pameran temporer, dukungan terhadap produk turunan sawit juga dilakukan secara berkelanjutan melalui Roemah Perkebunan BPDP di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta. Lokasi ini menjadi galeri permanen yang menampilkan beragam produk mulai dari batik sawit, kerajinan lidi sawit, hingga produk pangan dan dekorasi rumah hasil karya mitra binaan.

"BPDP selalu memberikan peluang nyata bagi pelaku UKMK untuk mengembangkan produk turunan sawit," katanya.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks