YOGYAKARTA — Kawasan Malioboro kembali bersolek sebagai panggung utama Jogja Takbir Fest pada 29 Mei 2026. Ajang tahunan ini membedah kreativitas warga dari berbagai sudut kota dalam menyambut hari raya Idul Adha.
Penyelenggara kali ini menyisipkan pesan lingkungan yang kuat lewat tema besar pengelolaan sampah. Langkah tersebut merespons persoalan limbah yang kian mendesak di wilayah perkotaan Yogyakarta.
18 Kelompok dari 14 Kemantren Siap Beraksi
Sebanyak 18 kelompok peserta dipastikan memadati jantung Kota Jogja untuk memeriahkan pawai takbir tersebut. Seluruh partisipan merupakan perwakilan terpilih yang berasal dari 14 kemantren di wilayah Kota Yogyakarta.
Tiap kelompok bakal mengusung narasi visual yang selaras dengan isu lingkungan. Fokus ini bertujuan mengedukasi publik bahwa syiar keagamaan mampu berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kebersihan kota.
Kampanye Kesadaran di Jantung Wisata
Tema pengelolaan sampah dalam Jogja Takbir Fest 2026 dirancang sebagai motor kampanye kesadaran kolektif. Panitia mendorong warga agar lebih proaktif mengelola limbah rumah tangga maupun sampah sisa perayaan.
Peserta pawai akan memadukan elemen daur ulang dan pesan edukatif ke dalam atribut mereka. Malioboro dipilih agar pesan pelestarian lingkungan ini terserap maksimal oleh wisatawan maupun masyarakat luas yang hadir.
Festival ini diprediksi menyedot ribuan penonton di sepanjang jalur utama. Saat ini, koordinasi lintas instansi terus dimatangkan demi menjamin kelancaran lalu lintas serta kebersihan kawasan selama acara berlangsung.