Pencarian

Hadapi Risiko Megathrust, BRIN Kembangkan Sistem Pertahanan Berlapis di Pesisir Bandara YIA

Selasa, 10 Februari 2026 • 11:36:03 WIB
Hadapi Risiko Megathrust, BRIN Kembangkan Sistem Pertahanan Berlapis di Pesisir Bandara YIA
Sistem pertahanan multi-layer dirancang untuk meredam energi gelombang laut secara bertahap.

JAKARTA – Kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) kini menjadi fokus penguatan mitigasi bencana melalui pendekatan inovatif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan strategi Nature-based Solutions (NbS) untuk melindungi infrastruktur strategis tersebut dari ancaman gelombang laut ekstrem dan potensi tsunami di pesisir selatan Jawa.

Langkah ini diambil mengingat posisi YIA yang berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng aktif atau zona megathrust yang memiliki risiko seismik tinggi.

Konsep Multi-Layer Defense: Perpaduan Alami dan Buatan

Periset Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Khusnul Setia Wardani, mengungkapkan bahwa perlindungan YIA tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis pertahanan. BRIN mengusulkan sistem perlindungan terpadu dan berlapis (multi-layer defense).

Sistem ini dirancang untuk meredam energi gelombang secara bertahap melalui beberapa fase:

Lapisan PertahananKomponen UtamaFungsi Strategis
Pertahanan LautGroin & Tanggul LautMengendalikan arus sejajar pantai dan melemahkan energi gelombang awal.
Peredam AlamiPantai Berpasir & Gumuk PasirBertindak sebagai zona penyangga (buffer) alami terhadap limpasan air.
Sabuk Hijau (NbS)Vegetasi Cemara Udang & Pandan LautMemperlambat aliran air, menahan sedimen, dan meredam sisa energi gelombang.
Benteng TerakhirTanggul Hibrida MultifungsiLapisan pertahanan terakhir yang bisa difungsikan sebagai akses jalan/konektivitas.

Vegetasi Khusus: Aman bagi Pesawat, Kuat bagi Pantai

Pemilihan vegetasi dalam pendekatan NbS di YIA dilakukan dengan sangat selektif. Mengingat lokasinya yang berada di area operasional penerbangan, BRIN merekomendasikan jenis tanaman yang tidak mengganggu keselamatan navigasi.

“Pemilihan jenis vegetasi harus tepat; harus kuat menahan gelombang namun tidak menarik burung (bird strike) yang bisa membahayakan operasional bandara,” jelas Khusnul, Selasa (10/2/2026). Kombinasi cemara udang dan pandan laut dinilai paling ideal karena mampu tumbuh subur di lahan pasir pesisir sekaligus efektif menahan abrasi.

Mitigasi Mendesak di Tengah Perubahan Iklim

Risiko di pesisir selatan Jawa kian meningkat seiring dengan perubahan iklim dan kenaikan muka air laut global. Sebagai infrastruktur vital, YIA memerlukan perlindungan yang berkelanjutan dan selaras dengan ekosistem sekitar.

Strategi NbS ini diharapkan tidak hanya mengamankan aset negara, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar yang memanfaatkan lahan Pakualaman Ground untuk sektor pariwisata dan pertanian.

"Penerapan Nature-based Solutions diharapkan mampu melindungi infrastruktur bandara, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir secara jangka panjang," pungkas Khusnul.

Bagikan
Sumber: HarianJogja

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks