YOGYAKARTA — Kepala SMKN 2 Yogyakarta Muh. Rokhis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus KPRI "Ugoro" yang menggelar diklat tersebut. Menurutnya, kegiatan itu diharapkan memberi manfaat langsung bagi pengurus, pengawas, maupun anggota koperasi.
Rokhis menyinggung soal periodesasi kepengurusan koperasi. Pada saatnya, anggota dapat mengisi posisi pengurus dan juga pengawas.
"Semoga KPRI 'Ugoro' semakin maju, sehat dan dapat lebih mensejahterakan anggota," kata Rokhis dalam sambutannya.
Ki Bambang Widodo memaparkan materi bertajuk "Manajemen dan Pengelolaan Koperasi Modern". Dalam paparannya, ia mengemukakan tujuh prinsip utama koperasi modern yang ditetapkan International Cooperative Alliance (ICA).
Bambang juga menjabarkan karakteristik koperasi modern. Pengelolaannya dituntut profesional dalam tata kelola, tertib administrasi, transparan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital.
Penerapan sistem pengawasan berbasis digital dan layanan digital disebut mempermudah akses anggota koperasi. Menurut Bambang, pengurus harus berani melakukan pembenahan tata kelola, inovasi produk, digitalisasi, dan penguatan partisipasi anggota agar koperasi maju dan berkembang.
Bambang yang merupakan alumni STM Negeri 1 Yogyakarta tahun 1976—kini SMKN 2 Yogyakarta—membeberkan langkah konkret bagi pengurus. Pertama, membenahi manajemen dan tata kelola internal.
Langkah berikutnya adalah diversifikasi usaha dan inovasi produk, lalu transformasi digital dan pemasaran modern. Dua langkah terakhir, meningkatkan kapasitas SDM dan anggota koperasi serta memperkuat kemitraan strategis dan mendorong partisipasi aktif anggota.
Pada kesempatan itu, Bambang menyerahkan buku kenangan berjudul "Berpaling Kepada Sistem Among: Bunga Rampai Ketamansiswaan, Permuseuman dan Kemasyarakatan" kepada Kepala Sekolah. Acara ditutup dengan foto bersama guru SMKN 2 Yogyakarta yang menjadi peserta diklat.