JAKARTA — Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung menunjukkan penguatan signifikan sejak bel pembukaan perdagangan Kamis (20/8). Indeks acuan pasar modal nasional ini tercatat melesat ke level 6.447,25, membalikkan pelemahan yang terjadi pada sesi perdagangan sehari sebelumnya.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada IHSG. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mencatatkan apresiasi 5,06 poin atau 0,81 persen ke posisi 632,53. Data ini dihimpun dari keterangan resmi Bursa Efek Indonesia yang dirilis pagi ini.
Penguatan IHSG pada hari ini tidak terlepas dari kondisi pasar keuangan global yang sedang bergairah. Kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang melakukan pembelian kembali obligasi (buyback) menjadi pemicu utama rally di bursa Asia, termasuk Indonesia.
Langkah tersebut dinilai mampu menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi. Dampaknya, investor asing pun kembali melirik aset berisiko di negara berkembang seperti Indonesia.
Di tengah momentum positif ini, pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Keputusan suku bunga acuan yang akan diumumkan dalam waktu dekat menjadi perhatian utama investor domestik.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (19/8), IHSG sempat melemah 41,65 poin ke posisi 6.408. Namun, sentimen eksternal yang membaik pada hari ini berhasil mendorong indeks kembali ke zona hijau dan menguji level resistensi terdekatnya.
Selain itu, pasar juga masih mencermati hasil tinjauan ulang (review) Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memicu respons jangka pendek beberapa pekan lalu. Para analis menilai fundamental ekonomi domestik yang solid tetap menjadi penopang utama pergerakan IHSG ke depan.