YOGYAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memiliki sistem pengingat digital bernama SIAP atau Sistem Informasi Pengingat Penarikan untuk mencegah penarikan anggaran perangkat daerah terlambat hingga menumpuk pada akhir tahun. Sistem yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja ini hadir sebagai respons atas persoalan penyerapan belanja daerah yang cenderung rendah pada awal hingga pertengahan tahun.
Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Kota Jogja sekaligus Project Leader SIAP, Rr. Dwi Lestari Setyaningsih, menegaskan keterlambatan penyerapan anggaran tidak sebatas persoalan administrasi pemerintahan. Perputaran anggaran yang rendah juga berpotensi mengurangi dampak belanja pemerintah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
SIAP bekerja sebagai sistem pemantauan sekaligus pengingat digital yang terhubung dengan komputer atau laptop pengelola keuangan di masing-masing perangkat daerah. Sistem ini secara berkala memberikan notifikasi pop-up mengenai jadwal penarikan dana kas oleh SKPD.
"Salah satu persoalan yang ditemukan adalah belum adanya mekanisme pengingat otomatis mengenai jadwal penarikan dana kas oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dari analisis permasalahan yang dilakukan, kebutuhan terhadap sistem pengingat tersebut menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani," ujarnya, dikutip Kamis (13/8/2026).
Selain notifikasi, SIAP juga memiliki dashboard yang menampilkan perkembangan penarikan anggaran secara real time. Data yang ditampilkan meliputi jadwal, nominal, dan progres penarikan dana berdasarkan jadwal Anggaran Kas yang telah ditentukan.
Penerapan SIAP telah melewati sejumlah tahapan sejak 2025. Dwi menjelaskan proses tersebut meliputi pembentukan tim, penyusunan sistem bersama tenaga ahli teknologi informasi, uji coba terbatas, hingga sosialisasi kepada perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jogja.
Dengan sistem tersebut, pengelola kegiatan maupun keuangan diharapkan dapat mengetahui kebutuhan pencairan anggaran lebih awal. Persiapan dokumen pencairan pun dapat dilakukan sebelum mendekati batas waktu penarikan.
Ketepatan waktu penarikan dana juga diharapkan membantu menjaga arus kas APBD. Pada saat yang sama, SIAP diarahkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta mengurangi pekerjaan administratif yang selama ini harus dilakukan pengelola keuangan.
BPKAD Kota Jogja tidak berhenti pada fungsi SIAP sebagai sistem pengingat. Ke depan, sistem tersebut direncanakan dapat terhubung dengan sistem keuangan daerah yang lebih luas. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap melalui tahapan jangka menengah dan panjang.
Dwi menegaskan SIAP bukan sekadar sistem pengingat, melainkan bagian dari upaya memastikan anggaran daerah digunakan sesuai jadwal dan kebutuhan pembangunan. Optimalisasi penyerapan APBD pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
"Inovasi SIAP hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan setiap rupiah APBD terserap secara tepat waktu dan tepat sasaran, demi mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Jogja," kata Dwi.