DI YOGYAKARTA — Rencana pendataan ini melibatkan kunjungan langsung petugas ke rumah-rumah warga dan kawasan industri. Momen inilah yang kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Oleh karena itu, setiap pemilik usaha atau keluarga berhak menolak memberikan data jika petugas yang datang tidak bisa menunjukkan bukti kredibilitas yang sah.
Kepala BPS Amalia Adininggar menegaskan, Sensus Ekonomi merupakan milik bangsa dan momentum berkontribusi bagi penyusunan kebijakan pembangunan. "Agar tidak terkecoh oleh oknum kriminal yang memanfaatkan momen ini, masyarakat wajib mengenali karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang valid," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
BPS telah membekali setiap petugas dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat. Atribut fisik mereka dirancang agar mudah dikenali publik dan sulit dipalsukan. Berikut lima tanda utama yang harus Anda pastikan:
Agar tidak bingung dengan jadwal kedatangan, masyarakat perlu memahami dua tahapan operasional sensus ini. Tahap pertama adalah pengisian kuesioner secara mandiri (online) yang berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026, khusus bagi perusahaan skala besar dan menengah melalui WhatsApp atau email resmi.
Tahap kedua adalah pendataan lapangan langsung yang dijadwalkan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Tahap ini menyasar unit usaha yang belum melakukan pengisian mandiri secara daring. BPS memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan dilindungi undang-undang, serta dilarang keras untuk dikomersialkan.