BPBD Bantul Catat 19 Titik Kebakaran Sepanjang Mei, Kelalaian Manusia Jadi Pemicu Utama

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:49:31 WIB
BPBD Bantul mencatat 19 titik kebakaran sepanjang Mei 2026 yang mayoritas disebabkan kelalaian manusia.

BANTUL — BPBD Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 19 titik kebakaran terjadi di sejumlah wilayah selama Mei 2026. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menyebut mayoritas kejadian dipicu oleh faktor kelalaian manusia, bukan faktor alam.

"Jumlah kejadian kebakaran pada Mei 2026 terjadi di 19 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul," kata Mujahid di Yogyakarta, Minggu.

Pemicu: Puntung Rokok hingga Lilin Saat Padam Listrik

Mujahid merinci sejumlah contoh kelalaian yang memicu kebakaran. Di antaranya kebakaran lahan di Kapanewon Banguntapan dan Kapanewon Pundong, serta kebakaran rumah warga akibat penggunaan lilin saat pemadaman listrik beberapa waktu lalu.

"Salah satu faktor kebakaran itu juga karena kelalaian manusia," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung yang belum benar-benar mati bisa membakar dedaunan atau rerumputan kering yang mudah terbakar saat musim kemarau.

"Kalau puntung rokok itu ketika belum benar-benar mati lalu kena daun kering, berpotensi membakar, pastikan itu sudah mati, kalau perlu dibasahi," kata Mujahid.

Api Lahan dan Lilin Penerangan: Ancaman Ganda Saat Kemarau

BPBD juga mengingatkan warga yang membakar lahan untuk keperluan pertanian agar tidak meninggalkan lokasi pembakaran. Angin kencang yang tak terprediksi dan banyaknya dedaunan kering disebut sangat mempercepat meluasnya api.

"Masyarakat yang membakar lahan, pastikan itu ditunggui dan dilokalisir, kita tidak bisa memprediksi kondisi angin yang kencang, ditambah banyak daun kering sehingga potensi kebakaran meluas sangat tinggi," katanya.

Selain kebakaran lahan, BPBD mencatat kebakaran rumah akibat lilin penerangan saat listrik padam masih terjadi. Salah satu kejadian, lilin yang ditinggalkan dalam keadaan menyala membakar meja dan menjalar ke bagian rumah lainnya.

"Ini sebenarnya faktor kelalaian yang bisa diantisipasi apabila masyarakat mampu mengelola potensi kebakaran dengan baik," ujar Mujahid.

BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu mengawasi lilin atau alat penerangan darurat lainnya selama pemadaman listrik. "Ketika memang terjadi pemadaman listrik, penyalaan lilin maupun lampu-lampu darurat untuk penerangan harus dalam kondisi diawasi dengan baik," kata Mujahid.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top