DI YOGYAKARTA — Pembaruan perangkat lunak FSD Supervised V14 mulai diterima pengguna Tesla di Australia. Sistem yang masih berstatus semi-otonom ini mengharuskan pengemudi tetap siaga dan siap mengambil alih kendali kapan saja. Namun, Tesla mengklaim peningkatan signifikan pada kecepatan respons dan akurasi deteksi objek dibandingkan generasi sebelumnya.
Proses pelatihan AI yang lebih luas dan penyempurnaan arsitektur perangkat lunak menjadi kunci peningkatan ini. Hasilnya, sistem mampu mendeteksi hambatan dengan lebih baik dan mengambil keputusan lebih tepat saat menghadapi lalu lintas kompleks. Tesla menyebut peningkatan ini membuat kendaraan lebih siap menghadapi skenario sulit seperti visibilitas rendah dan lalu lintas padat.
Salah satu keluhan pengguna pada versi sebelumnya adalah perpindahan jalur yang berlebihan. Pada FSD Supervised V14, Tesla mengurangi perilaku tersebut sehingga pengalaman berkendara terasa lebih alami. Sistem juga ditingkatkan dalam menentukan waktu yang tepat untuk berpindah jalur atau tetap di jalur yang sama.
Kemampuan manuver parkir juga mendapat perhatian. Kendaraan kini dapat memilih lokasi parkir dengan lebih baik dan menjalankan proses parkir secara lebih efisien. Fokus utama pembaruan ini adalah meningkatkan kenyamanan berkendara tanpa mengorbankan keselamatan.
Aspek keselamatan menjadi salah satu peningkatan paling menonjol. Sistem kini memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali kendaraan darurat, bus sekolah, pejalan kaki, pesepeda, hingga pengguna jalan yang melanggar hak prioritas. Tesla juga mengklaim sistem dapat mengenali objek lebih beragam, termasuk hewan berukuran kecil dan benda tidak biasa yang menjorok ke jalur kendaraan.
Di area perkotaan, kemampuan mengelola persimpangan kompleks menjadi sorotan. Sistem dapat memahami konfigurasi lampu lalu lintas yang rumit dan mengambil keputusan lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.
Untuk memastikan pengemudi tetap fokus, Tesla meningkatkan performa kamera pemantau pengemudi. Sistem pelacakan arah pandangan mata kini lebih akurat, termasuk untuk pengguna yang mengenakan kacamata. Performa kamera juga ditingkatkan agar tetap optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan, baik siang maupun malam hari.
Kondisi cuaca menjadi tantangan besar bagi sistem berbasis kamera. Tesla melakukan berbagai penyempurnaan agar FSD V14 tetap dapat beroperasi lebih baik saat hujan deras, kabut, maupun kondisi lain yang memengaruhi visibilitas. Peningkatan ini penting mengingat Australia memiliki karakteristik cuaca yang beragam, dari wilayah perkotaan hingga area pedalaman.
Meskipun belum sepenuhnya otonom, FSD Supervised V14 menjadi fondasi penting bagi Tesla menuju teknologi Full Self-Driving tanpa pengawasan (unsupervised). Sistem tersebut saat ini tengah diuji di Amerika Serikat. Pengguna di Indonesia masih harus menunggu kepastian ketersediaan sistem ini, mengingat regulasi dan infrastruktur yang berbeda.