Penjualan BYD Ambruk 80,6% pada Mei 2026, M6 Superior dan Sealion 7 Paling Terpukul

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 03:53:01 WIB
Penjualan BYD menurun tajam 80,6% pada Mei 2026 dibandingkan April.

DI YOGYAKARTA — Setelah mencatatkan volume penjualan yang mengesankan di bulan April, BYD harus menerima kenyataan pahit pada Mei 2026. Data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan penjualan yang sangat tajam secara bulanan (month-to-month/mtm). Total unit yang terjual hanya 895 unit, sebuah kontraksi sebesar 80,6% dari capaian bulan sebelumnya yang mencapai 4.625 unit.

M6 Superior dan Sealion 7 Alami Penurunan Lebih dari 93 Persen

Dari seluruh lini produk yang dijual BYD di Indonesia, dua model mengalami pukulan paling berat. Tipe M6 Superior, yang pada April 2026 berhasil terjual sebanyak 1.458 unit, ambruk drastis pada Mei dengan hanya 89 unit terjual. Angka ini merepresentasikan penurunan sebesar 93,89% secara bulanan.

Nasib serupa dialami oleh Sealion 7 Premium. Model SUV listrik ini hanya mampu mencatatkan penjualan yang jauh lebih kecil dari bulan sebelumnya. Penurunan yang dialami Sealion 7 Premium tercatat mencapai 93,44% (mtm), menjadikannya model dengan koreksi terdalam kedua setelah M6 Superior.

Penjualan April yang Tinggi Jadi Titik Perbandingan

Angka penjualan April 2026 yang mencapai 4.625 unit menjadi basis perbandingan yang membuat penurunan di Mei terlihat sangat ekstrem. Lonjakan penjualan pada April kemungkinan besar dipengaruhi oleh pengiriman unit pesanan dari kuartal sebelumnya atau adanya program promosi besar-besaran. Tanpa adanya katalis serupa di bulan Mei, volume penjualan BYD kembali ke level yang lebih rendah.

Data Gaikindo ini menjadi indikasi awal bahwa permintaan pasar terhadap mobil listrik BYD masih sangat fluktuatif dan sangat bergantung pada momentum tertentu. Belum ada pernyataan resmi dari pihak BYD terkait penyebab spesifik penurunan ini, apakah berkaitan dengan pasokan unit, kebijakan harga, atau faktor musiman.

Dampak pada Pangsa Pasar Mobil Listrik Nasional

Penurunan drastis ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan pasar kendaraan listrik roda empat di Indonesia untuk bulan Mei 2026. BYD yang sempat memuncaki penjualan di bulan sebelumnya harus rela posisinya tergerus. Para kompetitor seperti Wuling, Hyundai, dan merek lain berpotensi menyalip angka penjualan BYD pada periode yang sama.

Data penjualan gabungan seluruh merek untuk bulan Mei 2026 masih menunggu rilis lengkap dari Gaikindo. Namun, angka penjualan BYD yang ambruk ini sudah memberikan gambaran awal bahwa pasar mobil listrik nasional masih jauh dari stabil dan belum terbentuk basis permintaan bulanan yang solid.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top