GUNUNGKIDUL — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Mbah Kliwon (80) dalam kondisi selamat setelah pencarian berlangsung selama dua hari di kawasan Hutan Sanglor 1. Warga Padukuhan Hutan Sanglor 1, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang itu dilaporkan hilang sejak Kamis (11/6) pagi.
Korban terakhir terlihat oleh saksi sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis lalu. Saat itu, Mbah Kliwon berjalan menuju kawasan hutan dengan mengenakan kemeja putih dan celana pendek hitam.
Operasi pencarian pada hari kedua, Sabtu (13/6), dimulai dengan pembagian personel ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU). Empat SRu melakukan penyapuan darat dengan radius hingga 700 meter dari lokasi kejadian.
Satu SRU lainnya diterjunkan untuk melakukan pencarian menggunakan drone termal di kawasan Kali Ngetok. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi panas tubuh di medan yang sulit dijangkau.
“Pada pukul 08.25 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi survivor dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Panggang I untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut,” kata Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul, Sulis Haryanto, Sabtu (13/6).
Fakta mengejutkan terungkap dari lokasi penemuan korban. Mbah Kliwon ditemukan hanya berjarak sekitar 280 meter dari titik terakhir ia terlihat oleh para saksi.
Jarak yang relatif dekat ini menunjukkan bahwa korban kemungkinan besar mengalami disorientasi dan tidak mampu kembali ke rumahnya sendiri meskipun berada di area yang tidak terlalu jauh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di Gunungkidul, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anggota keluarga lanjut usia. Riwayat pikun atau disorientasi pada lansia membuat mereka rentan tersesat meskipun di lingkungan yang dikenal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang memiliki riwayat pikun atau disorientasi, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkas Sulis.
Pihak Basarnas Gunungkidul juga menyarankan agar keluarga lansia memasang gelang identitas atau alat pelacak sederhana pada pakaian korban. Langkah kecil ini bisa mempercepat proses pencarian jika kejadian serupa terjadi lagi.