DI YOGYAKARTA — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan mobil nasional periode Mei 2026. Secara total, penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) turun 14,3 persen menjadi 69.219 unit dibandingkan April 2026. Penjualan ritel (dari dealer ke konsumen) juga terkoreksi 5,1 persen menjadi 71.890 unit pada periode yang sama.
Kejutan terbesar datang dari Jaecoo. Merek anyar di bawah Chery Group ini langsung merangsek ke posisi kelima penjualan wholesales dengan torehan 3.000 unit. Lebih impresif lagi, angka itu mampu mengalahkan Honda yang hanya membukukan 2.378 unit dan Isuzu dengan 2.570 unit.
Tak hanya di wholesales, Jaecoo juga konsisten di penjualan ritel dengan jumlah yang sama persis, 3.000 unit. Ini menempatkannya di posisi keenam ritel, unggul atas BYD yang hanya mencatat 2.892 unit. Artinya, distribusi unit Jaecoo ke konsen akhir berjalan nyaris tanpa hambatan.
Pabrikan asal China lainnya, Geely, juga menunjukkan tajinya. Geely sukses menembus peringkat 10 besar untuk penjualan wholesales dan ritel. Secara wholesales, Geely mengirimkan 1.710 unit ke dealer. Sementara penjualan ritelnya tercatat 2.005 unit. Angka ini menandakan lini produk terbaru Geely mulai mendapat tempat di hati konsumen Indonesia.
Masuknya dua merek China ke papan atas menekan posisi pemain lama. Honda, misalnya, harus puas di peringkat ketujuh wholesales dengan 2.378 unit. Isuzu dan Mitsubishi Fuso juga tak aman di posisi mereka masing-masing.
Nasib berbeda dialami BYD. Setelah agresif di bulan-bulan sebelumnya, raksasa EV asal China ini justru terhempas. BYD tak masuk 10 besar penjualan wholesales. Di penjualan ritel pun BYD hanya menempati posisi ketujuh dengan 2.892 unit. Padahal, di bulan April, merek ini sempat menjadi salah satu penguasa pasar mobil listrik nasional.
Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pasar nasional. Namun, fakta bahwa Jaecoo dan Geely justru naik menunjukkan bahwa penurunan BYD bukan semata karena faktor musiman, melainkan lebih ke persaingan produk dan strategi distribusi.
Di tengah hiruk-pikuk perang merek China, Toyota masih menjadi penguasa tunggal. Penjualan wholesales Toyota mencapai 24.846 unit, jauh di atas Daihatsu di posisi kedua dengan 11.140 unit. Suzuki duduk di peringkat ketiga dengan 6.108 unit, disusul Mitsubishi Motors di posisi keempat dengan 4.166 unit.
Di penjualan ritel, Toyota juga memimpin dengan 21.379 unit. Daihatsu menyusul dengan 12.531 unit, Suzuki 5.917 unit, dan Mitsubishi Motors 5.763 unit. Dominasi dua merek Jepang ini masih sulit tergoyahkan dalam waktu dekat.
Berikut daftar lengkap 10 besar penjualan wholesales Mei 2026 versi Gaikindo: Toyota (24.846 unit), Daihatsu (11.140 unit), Suzuki (6.108 unit), Mitsubishi Motors (4.166 unit), Jaecoo (3.000 unit), Isuzu (2.570 unit), Honda (2.378 unit), Mitsubishi Fuso (2.371 unit), Hino (2.056 unit), dan Geely (1.710 unit).