DI YOGYAKARTA — Jasa Marga menyiapkan sistem terpadu di balik nomor 133 tersebut. Setiap laporan yang masuk dari pengguna jalan tol tidak lagi ditangani secara terpisah, tetapi langsung terintegrasi dengan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Hasilnya, petugas call center bisa memberikan validasi kondisi lajur dan estimasi waktu penanganan kendala di lapangan secara langsung.
One Call Center 133 tidak hanya melayani kondisi darurat di tengah jalan. Masyarakat bisa memanfaatkannya sebelum berangkat untuk mengecek kondisi lalu lintas terkini, rekayasa lalu lintas situasional, hingga tarif tol terbaru. “Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang jelas, konsisten, dan mudah diakses saat sebelum, selama, maupun setelah perjalanan,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam siaran pers, Jumat (12/6/2026).
Menurut Rivan, kepastian informasi ini penting untuk membangun rasa tenang bagi pengendara. Dengan begitu, keraguan di perjalanan bisa ditekan, dan mobilitas selama libur sekolah tetap lancar, aman, dan nyaman.
Sejak Maret 2026, Jasa Marga resmi mengganti nomor layanan call center dari 14080 menjadi 133. Perubahan ini dilakukan agar nomor lebih singkat, mudah diingat, dan responsif melayani pengguna di seluruh ruas tol Jasa Marga Group. Selain melalui panggilan suara, seluruh data olahan JMTC juga diintegrasikan ke dalam aplikasi Travoy. Pengguna jalan bisa mengakses informasi secara mandiri cukup dari genggaman tangan.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan berkelanjutan yang dilakukan perseroan. Jasa Marga ingin menghadirkan customer experience yang lebih baik di setiap titik perjalanan, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan seperti pada momen libur panjang sekolah.
Dengan persiapan ini, Jasa Marga berharap masyarakat bisa merencanakan perjalanan lebih matang dan terhindar dari kejutan di jalan. Layanan 133 dan aplikasi Travoy menjadi dua kanal utama yang saling melengkapi, memastikan informasi tetap akurat meski lalu lintas sedang padat.