SLEMAN — Sandro Tobing, Rita Effendy, dan Emil S. Praja menjadi bintang utama dalam Retro Groove 2026 yang mengusung tema “Kaset 80an for Humanity”. Konser ini menjadi pembuka rangkaian tur komunitas Kaset 80an di tahun ini setelah terbentuk sejak 2022.
Founder Kaset 80an, Refida Herastuti, mengatakan komunitasnya lahir dari kecintaan terhadap berbagai karya era 1980-an, mulai dari musik, seni, hingga gaya hidup. Menurut dia, Jogja dipilih sebagai titik awal karena memiliki basis penikmat musik klasik yang kuat.
“Di Jogja, kami ingin menghadirkan kembali kehangatan lagu-lagu yang pernah menjadi bagian hidup banyak orang, sekaligus berbagi lewat kegiatan sosial,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Harian Jogja.
Selain pertunjukan musik, panitia juga menggelar parade busana bertema 1980-an. Pengunjung yang datang dengan outfit khas era tersebut berkesempatan mengikuti pemilihan busana terbaik dan menjadi bagian dari pertunjukan.
Perancang busana Ichwan Thoha turut hadir membawa sentuhan fashion khas 80-an. Konsep interaktif juga diterapkan, di mana penonton diajak berbagi cerita tentang kehidupan di era tersebut, mulai dari gaya pergaulan hingga tren yang berkembang.
Retro Groove 2026 tidak sekadar ajang nostalgia. Panitia menggalang donasi untuk yayasan sosial di Yogyakarta, menjadikan konser ini sebagai perpaduan antara hiburan dan aksi kemanusiaan.
Refida menambahkan, setelah Sleman, rangkaian Retro Groove Tour 2026 akan berlanjut ke Semarang. Melalui tur ini, Kaset 80an ingin terus menjaga eksistensi karya musik Indonesia yang dinilai memiliki nilai artistik tinggi.
“Banyak lagu 80-an yang tetap hidup dan dinyanyikan generasi baru. Kami ingin menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga warisan budaya musik Indonesia agar tetap dicintai generasi mendatang. Dengan perpaduan musik, fashion, interaksi, dan aksi sosial, Retro Groove 2026 menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar konser biasa.