BANTUL — Sebanyak 47 karya seni rupa dipajang di Le Gareca Space, Bantul, dalam pameran bertajuk "Mata Hati Soekarno". Perhelatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 125 tahun kelahiran Proklamator RI, Soekarno.
Kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, mengungkapkan bahwa panitia sengaja menantang para seniman untuk menggali lebih dalam sosok Soekarno. Tantangan ini terasa unik karena mayoritas peserta adalah seniman muda yang lahir dan besar pada era 1990-an.
"Bung Karno adalah air, tanah, angin, dan api menghidupi, menumbuhkan, menebarkan, dan menyalakan harapan dari waktu ke waktu sampai hari ini. Lebih dari setengah abad sepeninggal Bung Karno, ia adalah inspirasi yang tak pernah redup," kata Suwarno dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.
Seniman Yogyakarta yang juga penanggung jawab acara, Butet Kartaredjasa, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk kesadaran para perupa untuk menghormati sosok Soekarno. Menurut Butet, Bung Karno bukan sekadar presiden pertama, melainkan juga seorang ideolog dan penggali Pancasila yang terus menginspirasi.
"Ini adalah kesadaran kami para seniman untuk menghormati seniman juga yang kebetulan seorang Presiden pertama Indonesia, Proklamator, ideologi, penggali Pancasila, yang selalu menginspirasi kami, menginspirasi kita dari waktu ke waktu," ujar Butet.
Pameran yang digelar di Le Gareca Space ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal sosok Sang Proklamator. Dengan begitu, semangat perjuangan yang dilahirkan Soekarno bisa diwariskan dengan baik kepada generasi penerus bangsa.
Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, secara langsung membuka pameran seni rupa tersebut. Kehadiran putri Proklamator itu menambah bobot historis perhelatan yang memadukan seni kontemporer dengan nilai-nilai kebangsaan.