Danareksa & KKP Teken Kerja Sama Tata Pesisir Batang, Kawasan Industri Wajib Jaga Ekosistem Laut

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:23:31 WIB
Direktur Utama Danareksa dan KKP menandatangani kerja sama tata ruang pesisir di Batang.

DI YOGYAKARTA — Perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP dengan KITB mencakup empat ruang lingkup utama. Pertama, penyelenggaraan penataan ruang laut yang tertib agar tidak tumpang tindih dengan aktivitas industri. Kedua, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir, termasuk konservasi hutan mangrove yang berfungsi ganda: sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) sekaligus pelindung daratan dari abrasi.

"Kawasan industri yang baik justru harus ikut menjaga garis pantainya, ekosistem lautnya, dan masyarakat pesisir di sekitarnya," ujar Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Ngurah Wirawan, dalam keterangan resmi.

Dua poin lainnya adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi warga pesisir serta diseminasi kebijakan tata ruang laut. Dengan kata lain, nelayan dan komunitas lokal di Batang akan dilibatkan langsung dalam program pemulihan lingkungan.

Transformasi Danareksa: dari Holding Investasi ke Pengelola Kawasan Industri Nasional

Kerja sama ini lahir dari transformasi besar Holding BUMN Danareksa yang kini merambah bisnis pengelolaan kawasan industri terintegrasi melalui inisiatif Kawasan Industri Indonesia. Saat ini, holding tersebut mengelola lahan seluas 7.800 hektare yang tersebar di tujuh lokasi, menyerap 300 ribu tenaga kerja.

KITB sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dan resmi menyandang status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025. Langkah kolaborasi dengan KKP ini selaras dengan target Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat kedaulatan maritim dan mendorong hilirisasi yang berkeadilan.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang selaras dengan pelestarian di Batang," tambah Ngurah.

Model Replikasi untuk Kawasan Industri Lain

Danareksa berharap skema tata kelola pesisir yang diterapkan di Batang bisa menjadi cetak biru bagi kawasan industri lain di Indonesia. Jika berhasil, model ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberikan kepastian usaha bagi investor dan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.

Dengan total tenant yang sudah mencapai ribuan perusahaan dari berbagai negara, tekanan terhadap lingkungan di sekitar kawasan industri memang tak bisa dihindari. Namun, melalui kerja sama ini, Holding Danareksa mencoba membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekosistem laut bisa berjalan beriringan.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top