DI YOGYAKARTA — Gangguan transmisi listrik yang terjadi Jumat malam itu melumpuhkan pasokan daya di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Berdasarkan indikasi awal, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama gangguan pada ruas transmisi yang menghubungkan gardu induk di sejumlah titik.
Menurut Darmawan, tim teknis PLN langsung bergerak begitu laporan pemadaman massal diterima. "Kami mengerahkan seluruh kekuatan tim. Pertama, kami melakukan asesmen apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan sistem transmisi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Proses investigasi dan perbaikan berlangsung cepat. Dalam waktu kurang lebih dua jam, seluruh sistem gardu induk dan transmisi berhasil dipulihkan. "Alhamdulillah, dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," tambah Darmawan.
PLN mengerahkan tim lapangan secara simultan ke lima provinsi yang terdampak. Langkah pertama adalah mengisolasi titik gangguan transmisi untuk mencegah meluasnya pemadaman. Setelah itu, teknisi melakukan penormalan bertahap pada gardu induk sebelum menyalakan kembali pasokan ke pelanggan.
Darmawan menegaskan bahwa arahan dari Kementerian BUMN menjadi pedoman utama dalam proses koreksi sistem. "Kami sudah mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," jelasnya.
Meski pasokan listrik sudah pulih, PLN masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur transmisi di Sumatera. Perusahaan pelat merah itu berencana memperkuat sistem proteksi gardu induk dan meningkatkan pemantauan cuaca ekstrem secara real-time untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Insiden pemadaman massal ini menjadi pengingat akan kerentanan sistem kelistrikan Sumatera terhadap faktor cuaca. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan pasokan, terutama di wilayah yang kerap dilanda cuaca buruk.