Pencarian

BPBD DIY Siapkan Anggaran Perubahan dan Dropping Air Hadapi Puncak Kekeringan Agustus-September 2026

Senin, 24 Agustus 2026 • 19:08:31 WIB
BPBD DIY Siapkan Anggaran Perubahan dan Dropping Air Hadapi Puncak Kekeringan Agustus-September 2026
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan kesiapan penanganan kekeringan di DIY pada puncak kemarau 2026.

YOGYAKARTA — BPBD DIY memastikan kesiapan penanganan kekeringan di seluruh kabupaten/kota telah dilakukan sejak dini. Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut dampak kekeringan tahun ini diprediksi lebih serius terjadi di tiga wilayah, yakni Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul, dibandingkan Sleman maupun Kota Yogyakarta.

"Dari masing-masing kabupaten di DIY itu sudah siap semua terkait dengan bagaimana mengatasi kekeringan di masyarakat pada puncak kemarau 2026," kata Agustinus, Jumat (21/8/2026).

Anggaran Perubahan Jadi Jaring Pengaman

Agustinus menjelaskan, ketiga daerah yang paling terdampak telah menyiapkan anggaran rutin untuk penanganan kekeringan. Namun, jika kebutuhan di lapangan membengkak, BPBD DIY siap membackup lewat anggaran perubahan di level provinsi.

"Kemudian, nanti kalau mengatasi kekeringan tidak cukup dengan dana belanja tak terduga (BTT), kami juga menyiapkan anggaran di level provinsi nanti dengan anggaran perubahan. Kita sudah siap," ujarnya.

Dropping air bersih ke wilayah terdampak tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD. Menurut Agustinus, instansi teknis lain seperti Dinas Sosial juga memiliki pagu untuk kebutuhan tersebut, sehingga penanganan bisa dilakukan secara kolaboratif.

Gunungkidul Sudah Kirim 484 Tangki Air ke 10 Kapanewon

Di Kabupaten Gunungkidul, penyaluran air bersih terus berjalan meski pagu anggaran semakin menipis. BPBD Gunungkidul mencatat telah menyalurkan 484 tangki air atau total 2,67 juta liter bantuan ke sejumlah kapanewon hingga saat ini.

Bantuan tersebut menjangkau 10 kapanewon meliputi Wonosari, Semin, Girisubo, Rongkop, Tepus, Panggang, Saptosari, Ngawen, Ponjong, dan Purwosari. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, pagu yang tersedia diperkirakan hanya mampu menopang penyaluran hingga pertengahan September mendatang.

"Ini baru bantuan yang disalurkan oleh BPBD. Kalau ditotal bantuan air bersih diberikan mencapai 2,67 juta liter," kata Purwono.

Wilayah Perbukitan Jadi Titik Rawan Krisis Air

BPBD DIY belum memiliki data rinci sebaran warga yang rawan terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Namun, sebagian besar wilayah yang berpotensi mengalami krisis air berada di daerah perbukitan.

"Potensi kekeringan di Gunung Kidul itu di Rongkop, Gedangsari, Panggang dan Tepus, itu kecamatan yang potensi kekeringannya cukup tinggi," ungkap Agustinus.

Meski anggaran dropping air semakin menipis, Purwono mengaku tidak khawatir. Penyaluran secara mandiri oleh kapanewon masih berlangsung sehingga kebutuhan air bersih warga tetap dapat ditangani. BPBD Gunungkidul berencana mengajukan tambahan anggaran melalui pagu Belanja Tak Terduga (BTT) milik Pemkab Gunungkidul agar distribusi air tidak terhenti hingga musim hujan tiba.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks