IHSG Dibuka Menguat ke 6.507 di Tengah Ketegangan Dagang AS-Kanada, Pelaku Pasar Tunggu Data Inflasi

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:21:32 WIB
IHSG dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14 pada perdagangan Rabu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14 pada perdagangan Rabu. Penguatan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang mencermati eskalasi perang dagang Amerika Serikat dan Kanada serta perkembangan hubungan AS dengan Iran. Head of Research Kiowom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebut indeks berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level 6.601,98 apabila mampu bertahan di atas 6.462,35.

JAKARTA — Pasar saham domestik masih dibayangi sentimen eksternal yang bercampur aduk. Di satu sisi, rebound saham teknologi dan semikonduktor di AS menarik minat investor untuk kembali mengambil posisi. Namun di sisi lain, ketegangan perdagangan baru antara AS dan Kanada memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50 persen terhadap barang AS senilai hampir 28 miliar dolar AS. Langkah ini menjadi pukulan baru bagi stabilitas rantai pasok global yang sebelumnya sudah terusik oleh kebijakan tarif AS terhadap sejumlah negara.

Sementara itu, langkah AS membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan global meningkatkan permintaan aset safe haven. Namun, kabar mengenai pembahasan Iran dan Oman untuk membentuk koridor maritim sementara di Selat Hormuz membantu meredam kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Level Support dan Resistance IHSG yang Perlu Dicermati

Liza Camelia Suryanata menjelaskan, IHSG telah bertahan di atas level 6.462,35. Kondisi ini membuka peluang indeks untuk melanjutkan penguatan menuju 6.601,98, dengan resistance berikutnya di sekitar 6.723,32.

"Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG kembali turun di bawah 6.462,35, indeks berpotensi menguji level 6.425,22, kemudian 6.350,05 sebagai support berikutnya," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Sentimen Domestik: Evaluasi Indeks BEI dan Aksi Unjuk Rasa

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham pada Senin (24/8). Hasil evaluasi ini mulai berlaku pada 1 September 2026 dengan periode efektif yang berbeda sesuai jenis indeks.

Indeks yang dievaluasi antara lain ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, Investor33, ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN.

Dari sisi sosial politik, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8) mulai pukul 14.00 WIB. Estimasi massa mencapai sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil.

Liza menilai aksi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar domestik apabila berkembang menjadi eskalasi sosial atau mengganggu aktivitas ekonomi. "Dampaknya diperkirakan terbatas apabila berlangsung tertib," katanya.

Danantara Jalankan Mandat Intermediary Tiga Komoditas

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai menjalankan mandat sebagai intermediary tunggal dalam tata kelola ekspor tiga komoditas sumber daya alam strategis, yakni batubara, CPO, dan ferroalloy. Total estimasi nilai ekspor ketiga komoditas ini mencapai hampir 70 miliar dolar AS.

DSI akan memverifikasi kuantitas, kualitas, klasifikasi, harga, pembayaran hingga repatriasi devisa. Perusahaan ini juga mengintegrasikan data dari tujuh kementerian/lembaga untuk mendeteksi potensi under-invoicing dan transfer pricing.

Exporter portal ditargetkan mulai diluncurkan pada September 2026. Evaluasi terhadap model intermediary akan dilakukan menjelang 1 Januari 2027.

Pergerakan Bursa Global dan Regional

Bursa saham Eropa mayoritas menguat pada Selasa (25/08). Euro Stoxx 50 naik 0,15 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, dan DAX Jerman menguat 0,61 persen. Sementara itu, CAC 40 Prancis melemah 0,16 persen.

Di Wall Street, AS, ketiga indeks utama kompak menguat. S&P 500 naik 0,30 persen ke level 7.675,54, Nasdaq Composite menguat 0,70 persen ke 26.151,30, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,30 persen ke 53.577,17.

Bursa Asia pagi ini juga didominasi penguatan. Nikkei naik 0,31 persen ke 66.063,00, Shanghai menguat 0,39 persen ke 3.904,4, Kospi naik 0,73 persen ke 6.792,41, dan Hang Seng menguat 0,94 persen ke 25.751,81. Indeks Straits Times melemah 0,21 persen ke 5.723,26.

Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS dan pidato pejabat bank sentral AS The Fed untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Tingginya ekspektasi terhadap kinerja Nvidia juga meningkatkan risiko pola buy the rumor, sell the news di sektor teknologi.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top