Cara Reservasi Kunjungi Gedung Agung Yogyakarta Gratis via ISTURA, Ini Syarat dan Aturan Terbaru 2025

Penulis: Boyke Sihombing  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:12:18 WIB
Pengunjung mengisi formulir reservasi daring di laman ISTURA untuk mengajukan kunjungan ke Gedung Agung Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Bangunan putih bergaya kolonial di ujung selatan Malioboro itu kerap terlewat begitu saja oleh para pejalan kaki. Padahal, statusnya bukan main-main. Gedung Agung, atau Istana Kepresidenan Yogyakarta, masih aktif dipakai negara untuk transit kerja presiden, pelantikan pejabat daerah, hingga menerima tamu negara.

Sayangnya, tak sembarang orang bisa nyelonong masuk seperti ke spot foto Malioboro lainnya. Siapa pun yang ingin berkunjung wajib mengantongi izin lewat reservasi online program ISTURA (Istana Untuk Rakyat). Prosesnya gratis dan terbuka untuk anak sekolah, mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga pendaftar perorangan.

Sejarah Singkat: Dari Kantor Residen Belanda hingga Istana Kepresidenan

Gedung Agung awalnya bukanlah istana. Bangunan ini didirikan tahun 1824 atas perintah Anthonie Hendriks Smissaert sebagai kantor residen Belanda. Gempa dahsyat tahun 1867 meruntuhkan struktur lamanya, sehingga bentuk yang berdiri sekarang merupakan hasil bangun ulang.

Peran gedung berubah drastis setelah Indonesia merdeka. Saat ibu kota negara terpaksa dipindah ke Yogyakarta pada 1946, Gedung Agung menjadi pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal Presiden Soekarno. Fungsi itu bertahan hingga kini dengan peran yang lebih formal.

Empat Tahap Reservasi Kunjungan via ISTURA

Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi www.isturaiky.page. Berikut alurnya:

  • Cek jadwal tersedia. Kalender booking dibuka untuk rentang dua bulan ke depan. Kunjungan hanya dilayani hari kerja, Senin sampai Jumat, dengan dua sesi: pukul 08.00-11.00 WIB dan 13.00-14.00 WIB.
  • Lengkapi formulir online. Isi data koordinator kunjungan, mulai dari nama, NIK, nomor WhatsApp aktif, asal instansi atau kelompok, sampai perkiraan jumlah peserta.
  • Unggah surat permohonan. Format file yang diterima PDF, JPG, atau PNG dengan ukuran maksimal 5 MB. Untuk pendaftar atas nama instansi, sekolah, atau organisasi resmi, surat wajib memakai kop dan cap basah. Sementara pendaftar individu, keluarga, atau komunitas cukup membuat surat sederhana yang ditandatangani koordinator tanpa kop atau stempel.
  • Tunggu konfirmasi via WhatsApp. Tim admin akan mengabari status pendaftaran, baik disetujui, ditolak, maupun ditawari jadwal alternatif. Waktu tunggu biasanya sekitar satu hari, tapi bisa molor hingga tiga hari kerja jika permohonan sedang menumpuk.

Ajukan permohonan setidaknya lima hari sebelum tanggal kunjungan (H-5). Kapasitas nyaman satu kloter kunjungan ada di angka 75 orang. Lebih dari itu, sistem akan otomatis membagi ke beberapa kloter.

Aturan Ketat di Istana Aktif: Dilarang Bawa Kamera Profesional

Statusnya sebagai istana negara aktif membuat aturan di sini lebih ketat dibanding tempat wisata biasa. Pengunjung wajib berpakaian sopan, rapi, dan bersepatu. Dilarang mengenakan kaos oblong, celana jeans, dan celana pendek.

Makanan dan minuman tidak boleh dibawa masuk. HP dan kamera profesional wajib dititipkan ke koordinator kunjungan. Pengunjung juga dilarang mengambil gambar di dalam museum dan area dalam gedung induk. Dokumentasi akan dilakukan pihak istana dan link-nya dikirimkan melalui koordinator.

Selama kunjungan, pengunjung mengikuti tur sejarah, museum, dan perpustakaan sesuai arahan petugas. Ada baiknya aturan ini disebarkan ke seluruh anggota rombongan sebelum hari-H agar kunjungan berjalan lancar.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: jogja.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top