YOGYAKARTA — Viknes Waren Mahaputra tidak pernah membayangkan akan berjalan di atas panggung mode dunia. Pria kelahiran Bandar Lampung yang pindah ke Yogyakarta sejak kelas 5 SD itu justru lebih akrab dengan bola basket saat bersekolah di SMA Budi Mulia Dua Yogyakarta. Namun, kehidupan membawanya ke jalan yang sama sekali berbeda.
Kini, di usianya yang ke-25, Viknes telah menjadi salah satu model Indonesia yang diperhitungkan di industri fashion global. Nama-nama besar seperti Jacquemus, Officine Générale, Junya Watanabe, dan Yohji Yamamoto sudah ia tambahkan ke dalam portofolionya. Penampilan teranyarnya adalah di peragaan Jacquemus Spring/Summer 2027 yang digelar di Île-Rousse, Pulau Corsica, Perancis.
Selepas lulus SMA, basket bukan lagi prioritas utama Viknes. Ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan berkarya. "Sebelum modeling aku sempat disibukkan dengan latihan basket. Tapi setelah lulus SMA aku lebih banyak berkesenian di rumah, saat itu masih fokus dengan lukisan," ujar Viknes kepada Kompas.com, Kamis (9/7/2026).
Ketertarikan pada seni rupa itu tidak pernah luntur. Hingga kini, di sela-sela jadwal syuting dan peragaan busana, ia masih menyempatkan diri untuk melukis. "Aku tidak pernah sama sekali berpikir untuk menjadi seorang model, bahkan tidak tahu apa-apa tentang fashion industry. Namun aku rasa memang Tuhan dan semesta yang mengarahkan jalannya ke sini," katanya.
Karier modeling Viknes dimulai pada 2021, setelah pandemi Covid-19 mereda. Ia bergabung dengan Persona Management di Jakarta. Dari sanalah langkahnya merambah ke Eropa dan akhirnya menembus panggung fashion internasional. Kini, ia menetap di Bali setelah sebelumnya tinggal di Jakarta dan menghabiskan masa remaja di Yogyakarta.
Perjalanan Viknes membuktikan bahwa latar belakang tak selalu menentukan masa depan. Seorang pebasket dan pelukis asal Jogja kini menjadi representasi Indonesia di industri fashion global yang kompetitif.