DI YOGYAKARTA — Permintaan maaf itu disampaikan Amorim dalam sesi perkenalannya sebagai pelatih anyar AC Milan, Rabu (16/7) waktu setempat. Selama 14 bulan di Old Trafford, pria 41 tahun itu memilih bungkam dan tidak membuat pernyataan apa pun di media sosial setelah didepak.
Kini, setelah jeda singkat, Amorim kembali ke dunia kepelatihan dengan menandatangani kontrak tiga tahun bersama Rossoneri. Dalam konferensi pers yang berlangsung 35 menit, ia baru ditanya soal Manchester United pada pertanyaan terakhir.
"Satu hal yang bisa saya katakan, saya banyak belajar dan melakukan beberapa kesalahan," ujar Amorim. Ia mengakui tidak punya kesempatan untuk berbicara langsung kepada pendukung Manchester United setelah kepergiannya.
"Saya minta maaf untuk itu. Tapi saya benar-benar bangga pernah menjadi pelatih mereka selama setahun," tambahnya. Amorim menegaskan pengalaman pahit di Inggris justru membuatnya semakin lapar akan kesuksesan.
Ketika diminta merinci kesalahan spesifiknya, Amorim memberikan jawaban umum. "Sulit menjelaskan kesalahan tanpa harus menguraikan seluruh konteks petualangan terakhir," katanya.
"Sekarang ini cerita berbeda. Banyak hal yang bisa saya lakukan lebih baik. Tapi kadang memang seperti itu—kamu perlu belajar untuk mencapai level berbeda," tutur mantan pelatih Sporting Lisbon tersebut. Ia berjanji akan tampil lebih baik di Milan.
Menariknya, AC Milan dijadwalkan menghadapi Manchester United dalam laga pramusim terakhir mereka di Polandia pada 15 Agustus mendatang. Skuad asuhan Amorim akan berjumpa mantan timnya dalam pertandingan yang sarat emosi.
Amorim juga meminta maaf kepada media Italia karena belum bisa berbahasa Italia. Ia menjawab seluruh pertanyaan dalam bahasa Inggris. Di sesi yang sama, pemilik klub Gerry Cardinale berjanji akan lebih aktif setelah musim lalu Milan hanya meraih tujuh poin dari delapan laga terakhir dan gagal lolos ke Liga Champions.
Salah satu tugas awal Amorim adalah membujuk Luka Modric bertahan. Kapten Kroasia berusia 40 tahun itu memiliki opsi perpanjangan kontrak satu musim, tapi belum mengambil keputusan.
"Modric adalah pemain yang ingin kami pertahankan karena pengalamannya. Saya sudah bicara dua kali dengannya. Jika perlu, saya akan jemput langsung orangnya," tegas Amorim. Ia menilai Modric masih menjadi kunci, terutama untuk menjaga penguasaan bola di awal musim.
"Saya tidak bilang dia akan main di semua pertandingan, tapi kami benar-benar ingin mengandalkannya musim depan," pungkasnya.