YOGYAKARTA — Komunitas Berbagi Beras tidak hanya sekadar membagikan beras. Setiap bulan, komunitas yang digawangi para alumni SMA 1 Sanden ini mendistribusikan 3 hingga 14 ton beras untuk warga miskin mutlak di Yogyakarta. Penerima bantuan didominasi lansia yang sudah tidak bisa mencari nafkah dan tidak memiliki penanggung.
Prioritas untuk Lansia Miskin Mutlak
Zainuri, relawan Komunitas Berbagi Beras, mengatakan pembagian beras diprioritaskan untuk duafa kategori miskin mutlak di daerah Yogyakarta. "Kebanyakan dari penerima beras merupakan lansia yang sudah tidak bisa mencari nafkah dan tidak ada yang menanggungnya," ujarnya dalam acara Star Playground di Star FM Yogyakarta.
Bantuan Tak Hanya Beras: Kursi Roda hingga Bedah Rumah
Relawan tidak sekadar menyerahkan beras. Saat pendistribusian, mereka mendata kebutuhan lain para penerima. "Duafa ini butuh popok, yang itu butuh kursi roda, kemudian rumahnya tidak layak. Datanya kemudian dikumpulkan untuk dijadikan program di bulan berikutnya," jelas Zainuri.
Komunitas ini juga menyalurkan kursi roda, popok, hingga membedah rumah-rumah tidak layak huni. Selain itu, mereka membangun masjid dan mengirimkan hewan kurban ke daerah terpencil saat Iduladha, termasuk ke Kebumen dan Purworejo.
Transparansi Donasi: Tanpa Biaya Operasional
Zainuri menegaskan tidak ada biaya operasional yang dipotong dari donasi. Semua donasi disalurkan secara penuh. Donasi lewat rekening khusus digunakan untuk pembelian beras, sedangkan popok, kursi roda, dan barang lain diperoleh lewat jalur hibah—barang dikirim langsung oleh donatur.
"Kalau yang untuk kayak popok, kursi roda itu biasanya kita lewat jalur hibah. Jadi biar donasi kita itu enggak bercampur karena ada amanah beras dan lain-lain. Mudah untuk didata agar transparan," ucap Zainuri.
Bagaimana Cara Bergabung Menjadi Relawan?
Komunitas Berbagi Beras membuka pendaftaran relawan tanpa syarat tertentu dan tanpa batasan usia. Pendaftar bisa langsung ke sekretariat komunitas untuk menjangkau wilayah masing-masing. Saat ini, ada 50 daerah kapanewon yang terlibat dalam jaringan distribusi.
Bagi warga di luar Yogyakarta, bisa menjadi relawan lepas untuk kegiatan insidental. "Kalau perorangan dan bukan organisasi, bisa membantu mengemas. Termasuk punya keahlian di tukang dan lain-lain itu bisa membantu bedah rumah," tuturnya.
Rantai Distribusi: Dari Korwil hingga Door to Door
Beras yang sudah dikemas dengan desain berbeda setiap bulan diambil oleh koordinator wilayah (korwil). Beras kemudian didistribusikan ke relawan cabang, lalu diestafet ke Karang Taruna yang menyalurkan secara door to door. Donasi ditutup setiap tanggal 10 tiap bulannya.
Zainuri berharap komunitas ini bisa terus berkembang. "Tidak hanya di Jogja, tapi juga lintas daerah, lintas generasi juga. Jadi nanti bisa menjadi amal kita bersama," pungkasnya.