SLEMAN — Liga Anak Sleman 2026 mempertemukan 25 SSB dari wilayah Kabupaten Sleman dalam dua kelompok usia, yakni U-10 dan U-12. Format setengah kompetisi dipilih agar setiap peserta memperoleh jam bertanding yang cukup tanpa membebani jadwal anak-anak.
Pembinaan dalam liga tidak hanya diarahkan pada keterampilan bermain. Askab PSSI Sleman menempatkan pembentukan mental dan karakter anak sebagai bagian dari proses kompetisi itu sendiri.
Deny Ardianta: Liga Ini Ruang untuk Belajar dan Bertumbuh
Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta menyebut kompetisi usia dini sebagai fondasi ekosistem sepak bola daerah. Menurutnya, pemain berkualitas tidak muncul tiba-tiba tanpa proses pembinaan berjenjang.
"Liga Anak Sleman ini menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, berkembang, dan bermimpi. Selain itu, menjadi bagian dari upaya membentuk ekosistem yang sehat dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas, karena masa depan sepak bola Sleman butuh regenerasi dan merekalah masa depan sepak bola Sleman," kata Deny, Minggu (18/10/2026).
Harda Kiswaya Tekankan Sportivitas di Atas Kemenangan
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai pembinaan olahraga sejak usia dini penting untuk menyiapkan generasi muda yang sehat dan berkarakter. Kompetisi sepak bola anak, menurutnya, tidak seharusnya hanya diukur dari hasil pertandingan.
"Kompetisi ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan sikap menghargai lawan," katanya.
Harda berharap Liga Anak Sleman 2026 melahirkan bibit atlet potensial yang kelak mengharumkan nama Kabupaten Sleman. Ia juga mengapresiasi Askab PSSI Sleman, jajaran sponsor, dan masyarakat pecinta sepak bola yang mendukung pembinaan pemain usia dini.
Pemkab Sleman menyatakan komitmen mendorong pengembangan olahraga dengan melibatkan sekolah, klub, pelatih, orang tua, hingga masyarakat. Dukungan lintas pihak dinilai diperlukan agar pembinaan atlet berlangsung berkelanjutan.
Tiga Pemain PSS Sleman Hadir di Lapangan Ahmad Zaeni
Seremoni pembukaan di Lapangan Ahmad Zaeni dihadiri Frederic Injai, Moussa Bagayoka, dan Stefan Ashkovski. Ketiga pemain PSS Sleman itu menyapa para peserta dan menambah antusiasme anak-anak yang mengikuti pembukaan kompetisi.
Kehadiran pemain senior di tengah peserta muda memberi gambaran jenjang karier yang bisa ditempuh anak-anak SSB. Dari liga usia dini, pembinaan berlanjut ke kompetisi kelompok umur yang lebih tinggi.
Dengan 25 SSB peserta, Liga Anak Sleman 2026 menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola usia dini terbesar di Kabupaten Sleman. Pertandingan bergulir hingga sekitar 10 Januari 2027, dengan jadwal laga yang disusun Askab PSSI Sleman untuk kedua kelompok usia.