DI YOGYAKARTA — PSSI mulai memetakan kebutuhan pemain Timnas Indonesia untuk membangun kedalaman skuad menuju Piala Dunia 2030. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai Garuda idealnya punya tiga lapis tim, masing-masing berisi 11 pemain, agar tetap kompetitif saat jadwal padat atau dilanda cedera.
Pemetaan itu disampaikan Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menyoroti pentingnya kualitas merata di setiap posisi, bukan sekadar menumpuk nama di satu sektor saja.
Menurut Erick, setidaknya Indonesia harus memiliki dua kelompok pemain dengan kualitas relatif setara. Kebutuhan itu muncul karena jadwal pertandingan yang padat dan risiko kehilangan pemain akibat cedera.
Tiga Lapis Tim, Masing-Masing 11 Pemain
"Kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara," kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10).
Dari pemetaan awal, posisi penjaga gawang dinilai sudah punya dua opsi utama yang memadai. Sektor bek tengah juga dianggap cukup, meski masih terbuka peluang menambah satu pemain.
Bek Kanan Jadi Titik Rawan akibat Badai Cedera
Pilihan pemain di posisi bek kiri justru dinilai melimpah. Persoalan terbesar berada di sektor bek kanan yang masih kekurangan opsi akibat badai cedera.
PSSI juga menilai Timnas Indonesia butuh tambahan pemain di lini tengah, sayap, dan penyerang. Tujuannya memperkuat persaingan di setiap posisi.
"Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap," ujar Erick.
Bandingkan dengan Jepang yang Punya 100 Pemain di Eropa
Erick membandingkan kedalaman skuad Indonesia dengan Jepang. Jepang memiliki sekitar 100 pemain yang berkarier di liga-liga Eropa, termasuk 12 pemain di Liga Inggris.
Banyaknya pemain Jepang yang tampil di kompetisi luar negeri memberi pilihan lebih luas ketika pemain utama cedera. Karena itu, keseimbangan antara pemain abroad dan pemain dari kompetisi domestik perlu terus dijaga.
Pemetaan kebutuhan pemain akan dievaluasi bersama pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, dan Badan Tim Nasional.
Posisi Indonesia di Kualifikasi Zona Asia
Dalam persiapan menuju Piala Dunia 2030, Indonesia menghadapi tahapan kualifikasi zona Asia. Berdasarkan pemetaan yang disampaikan, Indonesia berada di peringkat ke-21 Asia dan berpeluang langsung tampil pada putaran kedua kualifikasi.
Indonesia diproyeksikan masuk Pot 3 bersama Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India. Namun, pembagian pot dan format masih menunggu ketetapan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
- Pengundian putaran pertama dan kedua: 15 Desember 2026
- Pertandingan putaran kedua: September 2027 hingga Maret 2028
- Peringkat Indonesia di Asia: ke-21
- Proyeksi pot: Pot 3
Pemetaan ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang PSSI untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. Dengan pilihan pemain yang lebih merata di setiap posisi, Timnas Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi persaingan kualifikasi Piala Dunia 2030.