Pencarian

Menyusul Gempa M7,7 di NTT, Menteri PU Dody Hanggodo Gerak Cepat Kirim Alat Berat

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:11:59 WIB
Menyusul Gempa M7,7 di NTT, Menteri PU Dody Hanggodo Gerak Cepat Kirim Alat Berat
Menteri PU Dody Hanggodo memerintahkan siaga penuh jajaran balai di NTT untuk mendukung penanganan pascagempa.

NTT - Bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA direspons sigap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 itu berpusat di kawasan pantai utara Pulau Flores, tepatnya 30 Km arah timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.

Menyikapi musibah ini, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan duka cita mendalam bagi warga terdampak, sekaligus mendoakan agar masyarakat yang dilanda bencana senantiasa diberi kekuatan dan keselamatan selama melalui masa sulit ini.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," kata Menteri Dody.

Perintah Siaga Penuh untuk Balai NTT

Menteri PU Dody langsung mengambil langkah konkret dengan memerintahkan seluruh jajaran balai di NTT bersiap siaga penuh dan mendukung proses penanganan pascabencana secara maksimal.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody Hanggodo.

Sejumlah Ruas Jalan Nasional Tertutup Material Longsor

Menindaklanjuti arahan itu, Ditjen Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menerjunkan tim ke lokasi untuk memantau dan mengidentifikasi kondisi infrastruktur secara perlahan, mengingat ancaman gempa susulan yang masih membayangi. Pemantauan awal menemukan tebing di sejumlah titik longsor dan menutupi akses jalan nasional.

Area yang terdampak material longsor antara lain ruas jalan Malwatar – Bts Kota Ruteng, Ruteng – Km 210, Ruteng – Reo – Kedindi, Km 210 – Bts. Kab, Manggarai, Gako – Aigela – Bts, Kota Ende, Danga – Maropokot, Kota Ende – Wolowaru, hingga Wolowaru – Maumere.

Alat Berat Disebar ke Empat Titik Longsor

Untuk menjaga konektivitas arus lalu lintas dan memastikan jalur tetap bisa dilewati, alat berat diluncurkan ke beberapa titik terdampak, dengan percepatan pembersihan dipimpin tim lapangan di berbagai area kerja.

Di kawasan PPK 3.3, satu unit loader sudah diberangkatkan ke lokasi. Di wilayah PPK 3.4, penanganan longsor dibantu oleh pengerahan satu unit excavator. Sementara itu, dua unit loader meluncur ke area PPK 4.1, disusul satu unit excavator yang disiagakan di Ende. Semua armada pendukung tersebut disiapkan agar akses mobilisasi evakuasi bencana dan penanganan masyarakat tidak terputus.

Prioritas Pembersihan Badan Jalan

Instruksi dan respons cepat jajaran kementerian di bawah pimpinan Dody Hanggodo ini difokuskan pada pembersihan jalur darat. Kepala BPJN NTT Janto mengungkapkan, prioritas utama petugas saat ini adalah menyingkirkan material tanah dan batu dari badan jalan.

Sementara itu, peninjauan komprehensif terhadap kondisi fisik jembatan dan ruas jalan nasional secara keseluruhan masih ditunda demi keselamatan tim, mengingat risiko gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.

Kementerian PU berkomitmen memantau ketat serta memperbarui data kerusakan infrastruktur seiring membaiknya kondisi lapangan. Pemulihan dilaksanakan bertahap berpatokan pada asesmen akhir agar sarana jalan nasional di NTT kembali berfungsi normal memfasilitasi proses pemulihan pascagempa.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks